Keren! Inilah Penampakan Mobil Listrik Karya Mahasiswa Itenas Bandung

Purwarupa mobil EVHERO (Electric Crossover) di Institut Teknologi Nasional,  Kota Bandung. Mobil listrik berjenis crossover dengan berkapasitas lima penumpang terebut menghabiskan biaya riset dan pengembangan dari Kemenristekdikti menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar. (RIANA SETIAWAN)

Purwarupa mobil EVHERO (Electric Crossover) di Institut Teknologi Nasional, Kota Bandung. Mobil listrik berjenis crossover dengan berkapasitas lima penumpang terebut menghabiskan biaya riset dan pengembangan dari Kemenristekdikti menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar. (RIANA SETIAWAN)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Pemkot Bandung mengapresiasi karya mahasiswa Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung yang menciptakan mobil Listrik Evhero Electric Crossover.


Mobil itu, dinilai efektif dalam mengurangi polusi udara lantaran tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, karya ini membuktikan teknologi anak bangsa sudah siap dijadikan prototipe. Langkah selanjutnya, imbuh dia, pemerintah pusat bisa mendukung teknologi yang ramah lingkungan tersebut.

“Teknologi ini bisa menjadi raja di negeri sendiri,” ucap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menyebut, karya ini jika didukung secara politis akan merepulisi kendaraan- kendaran di Indonesia dan bisa membuat udara di perkotaan menjadi bersih dan tanpa polusi. Langkahnya, tinggal dukungan dari kapital, industri serta pemerintah.

“Sekarang ada Perpesnya soal pembuatan kendaraan lokal, semangat ini harus dijaga. Jangan sampai Perpesnya sudah ada tapi ujung-ujungnya membeli produk luar,” jelasnya.

“Tinggal mencari investor. Nanti saya bilang ke Rektor Itenas,” timpalnya. Dalam kesempatan yang sama, Tim desain mobil listrik Evhero Electric Crossover Itenas, Amirul Nefo menambahnya, selain bahan bakar yang digunakan tidak menggunakan BBM dan tidak menghasilkan polusi, kecepatan mobil ini tak kalah seperti mobil konvensional pada umumnya.

“60 sampai 80 kilometer perjam,” singkat dia. Terkait biaya yang harus dikeluarkan dalam pembuatan mobil itu memang cukup besar, termasuk jika ingin diproduksi secara massal.

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …