54.041 Lembar Uang Palsu Beredar Sejak Tahun 2009

Pemusnahan 54.041 lembar uang palsu di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jawa Barat. (Foto: Bahi Binyatillah)

Pemusnahan 54.041 lembar uang palsu di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jawa Barat. (Foto: Bahi Binyatillah)

Wiwiek mengaku akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam melakukan sosialissi mengenai uang palsu kepada masyarakat.


“Sosialisasi dilakukan lebih massif. Kami juga berharap pihak kepolisian membantu kami untuk memberi pemahaman dan memberi tahu ciri-ciri keaslian uang rupiah,” terangnya.

Meski tidak merinci secara detil, diantara 27 daerah yang ada, kawasan yang paling tinggi dalam peredaran uang palsu ada di Sumedang, Cianjur, Kota Cimahi dan Sukabumi paling tinggi.

“Yang dipecahkan denominasi (nominal uang) yang tinggi. Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu,” katanya.

Berdasarkan hasil temuannya, trend peredaran uang palsu cenderung menurun. Tahun 2014, BI menemukan14 ribu lembar. Sempat meningkat di tahun 2016 dengan 17 ribu lembar, dan terus menurun di tahun ini dengan temuan 9 ribu lembar.

Hal itu tidak terlepas dari penyempurnaan sekuritas uang, terutama di emisi tahun 2016. ” Kami optimis, tahun 2018 bisa terua menekan uang palsu, karena sekuritasnya sudah banyak disempurnakan. Itu salah satu upaya untuk menekan pertumbuhan uang palsu,” katanya

“Buktinya, uang emisi 2016 masih belum ditemukan uang palsunya. Kebanyakan, uang palsu itu emisi tahun 2015 ke bawah,” imbuhnya.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds