9 Kabupaten Terima Alat Peraga Edukatif Karya P2TP2A Jabar

Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menyerahkan Alat Peraga Edukatif hasil karya P2TP2A Provinsi Jawa Barat

Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menyerahkan Alat Peraga Edukatif hasil karya P2TP2A Provinsi Jawa Barat

POJOKBANDUNG.com – Sebanyak sembilan Kabupaten menerima Alat Peraga Edukatif (APE) hasil karya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat.


Alat Peraga Edukatif akan digunakan oleh para motekar (motivator ketahanan keluarga) dalam menjangkau dan membina anak-anak yang mengalami pengalihan pengasuhan oleh orang tuanya akibat menjadi buruh migran.

APE diserahkan langsung oleh Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan, usai memberikan arahan pada kegiatan Training of Trainer Pengasuhan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PPABM) dengan tema materi “Filosofi Pola Asuh Berbasis Masyarakat”, di Hotel Takashimaya, Kabupaten Bandung Barat, baru-baru ini.

Sembilan kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Purwakarta.

Penentuan penerima tersebut didasarkan pada daerah pengirim buruh migran terbesar di Jawa Barat sesuai data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Netty menjelaskan, APE ini berisikan permainan seperti beberan, ular tangga, kartu-kartu karakter, kartu pembentuk sikap, dan sebagainya yang memuat empat materi besar, yakni konsep diri, media literasi, kesehatan reproduksi, dan komunikasi.

Diharapkan, APE akan melengkapi konsep PPABM serta menjadi alat bantu bagi motekar untuk melakukan penjangkauan dan pembinaan bagi anak-anak yang mengalami kerentanan dan juga mengalami pengalihan pengasuhan di daerah tempat mereka bertugas.

“Jadi ada empat materi besar yang memang harus disampaikan dengan berbagai metode, ada dengan bercerita, bernyanyi, bermain bersama, dan itu akan sangat membantu para motekar dalam melakukan dan mensosialisasikan PPABM,” papar Netty.

Guna menghindari tindakan plagiarisme, Netty bersama tim P2TP2A Jawa Barat membutuhkan rentang waktu yang cukup panjang dalam membuat APE ini, mulai dari menggulirkan ide PPABM sampai melakukan uji publik.

Loading...

loading...

Feeds