Kiper Cantik Ini Bongkar Pelecehan Seksual di Dunia Olahraga, Mantan Presiden FIFA Terseret

Hope Solo. FOTO: Amazon.com

Hope Solo. FOTO: Amazon.com

POJOKBANDUNG.com – Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter dituduh melakukan pelecehan seksual oleh mantan kiper timnas wanita AS, Hope Solo.


Dilansir The Sun, Solo mengklaim perbuatan tidak senonoh Blatter terjadi pada momen penganugerahan Balloon d’Or pada Januari 2013.

Kiper berusia 36 tahun itu mengungkapkan hal tersebut saat diwawancara media Portugal Expresso.

Dalam kesempatan itu, Solo mengatakan jika Blatter telah memegang bokongnya.

Saat itu, Solo dan Blatter naik ke atas panggung, berduet untuk menjadi pembaca kategori pemain wanita terbaik FIFA.

Baca Juga:

Egy Maulana Ditunggui Klub Jerman, tapi Terkedala Usia

Pemain Lokal Tersisih dari Perebutan Pemain Terbaik Liga 1, Lho Kok?

Solo mengatakan, Blatter mencengkeramnya dari belakang beberapa saat sebelum mereka bersiap untuk naik ke atas panggung.

“Itu di Ballon d’Or, tepat sebelum saya naik ke atas panggung. (Pelecehan seksual) telah dinormalisasi,” kata Solo.

“Saya shock dan benar-benar terlempar,” katanya.

“Namun saya harus segera menyesuaikan diri untuk menunjukkan rekan satu tim saya dengan penghargaan terbesar dalam karirnya dan merayakannya bersama dia pada saat itu, jadi saya benar-benar mengalihkan fokus saya ke Abby.”

Solo sendiri menegaskan klaimnya dengan memposting sebuah gambar berisi deretan kalimat yang berbicara mengenai pelecehan seksual.

Terpisah, juru bicara Blatter membantah tegas semua tuduhan tersebut. “Tuduhan ini menggelikan,” kata sang juru bicara, dilansir The Sun.

Berikut curhatan lengkap mantan kiper timnas wanita AS, Hope Solo lewat akun instagram pribadinya:

Baca Juga:

Andrea Pirlo: Perjalanan Saya Sudah Selesai

Jangan Kaget! Ternyata Liga Santri Nasional Lahirkan Pemain Timnas

Selama beberapa hari terakhir, saya telah memikirkan semua situasi tidak nyaman yang pernah dan atau rekan satu tim saya alami selama bertahun-tahun dengan pelatih, dokter, pelatih, eksekutif dan bahkan rekan satu tim.

Dari komentar yang tidak tepat, kemajuan yang tidak diinginkan dan peruntungan bagi pelatih dan (manajer umum) dan bahkan petugas pers yang berbicara tentang ‘payudara’ pemain dan penampilan fisik, pelecehan seksual merajalela di dunia olahraga.

Saya selalu merasa saya ‘menanganinya’ dan membela diri dalam situasi seperti itu, tapi tidak ada konsekuensinya bagi para pelaku.

Itu perlu diubah, diam tidak akan mengubah dunia!

(qur/pojoksatu)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …