Warga Kampung Adat Cireundeu Minta Pemerintah Tak Persulit Urus KTP dan Surat Nikah

Warga Kampung Adat Cireundeu menujukkan KTP. (Gatot Pudji)

Warga Kampung Adat Cireundeu menujukkan KTP. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Warga kampung adat Cireundeu meminta pemerintah membantu proses administrasi. Apalagi, selama ini mereka merasa kesulitan, baik saat mengurus permohonan KTP atau surat nikah.


Yang sangat disayangkan warga kampung adat saat ini adalah sulitnya mendapatkan surat nikah.

BACA JUGA:

Bahagianya Warga Kampung Adat Cireundeu Bisa Isi Kolom Agama di KTP

WOW! Beras Singkong Asal Kampung Adat Cireundeu Catat Rekor ORI dan Rekor Dunia RHR

Ais Pangampih Kampung Adat Cireundeu Abah Widiya mengatakan, mewakili seluruh warga kampung adat, tentunya ingin agar pemimpin yang sekarang bisa membantu meringankan proses administrasi.

Menurutnya, kalau hanya membuat KTP relatif mudah karena, hanya sampai tingkat kecamatan. Akan tetapi, hingga saat ini warga masih kesulitan saat akan membuat akta nikah.

Singkong Kampung Adat Cireundeu Cimahi Terkenal sampai Jepang

“Prosedurnya tidak masuk akal. Teu kaharti (tidak dimengerti). Masa disuruh masuk dulu organisasi. Orang kampung adat mana mau ikut organisasi,” kata Abah Widiya, di kampung adat Cireundeu, kecamatan Cimahi Selatan.

Ia mengutarakan, prosesi pernikahan di kampung adat berbeda dengan proses pernikahan pada umumnya. Dalam prosesi pernikahan adat agama kepercayaan ini, lanjut dia, menggunakan istilah ikral yang berarti pernyataan janji kedua pihak mempelai sebagai Ijab Kabul dan syarat sah pernikahan bagi penganut agama kepercayaan.

Kedua mempelai belum dapat dikatakan sah menikah sebelum melakukan ikral. Setelah itu, dilanjutkan dengan ngeyeug seureuh, siraman dan ngaras, yang merupakan adat pernikahan kampung adat.

“Di sini (Cireundeu), apabila sudah sah menikah diharamkan adanya perceraian. Jadi satu kali seumur hidup,” tuturnya.

Meskipun sulit mendapatkan surat nikah, tentunya warga kampung adat sudah berupaya mematuhi segala aturan yang diberikan pemerintah. “Kami akan tetap memperjuangkan kepercayaan yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kami,” ungkapnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …