Presiden Jokowi Minta Polri Hentikan Penyidikan Terhadap Ketua dan Wakil Ketua KPK, dengan Catatan….

Presiden Jokowi saat berkunjung ke pelabuhan Kuala Tanjung Batubara Sumut beberapa waktu lalu (foto: sumut pos)

Presiden Jokowi saat berkunjung ke pelabuhan Kuala Tanjung Batubara Sumut beberapa waktu lalu (foto: sumut pos)

POJOKBANDUNG.com – Presiden Joko Widodo buka suara terkait perkara dugaan pembuatan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang yang menyeret pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Apalagi kini Bareskrim Polri telah menaikkan status hukumnyai ke penyidikan, dengan keluarnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan.

Jokowi mengatakan, saat ini hubungan antara KPK dan Polri baik-baik saja.

Baca Juga:

Nasib Setya Novanto Ditentukan Hari Ini, Awas Hakim Bermasalah!

Sungguh Menggiurkan Harta Bupati Rita Widyasari

“Antara KPK dan Polri baik-baik saja, tapi saya minta agar tidak ada kegaduhan,” kata dia di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017).

Jokowi mengatakan, saat ini telah berlangsung proses hukum di Polri terhadap dua pimpinan KPK tersebut. Tapi Polri harus profesional dalam mengusut perkaranya.

“Ada proses hukum, tetapi jangan sampai, saya sampaikan jangan sampai ada tindakan yang tidak berdasarkan bukti dan fakta,” kata dia dengan nada meninggi.

Bahkan, bila nantinya tidak ditemukan fakta dan bukti, Polri harus menghentikan kasus itu. “Saya sudah minta untuk dihentikan apabila ada hal seperti itu,” tambah dia.

Sebelumnya, kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi menuturkan, laporan mengenai Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Baca Juga:

Setya Novanto Lolos, Muncul Meme Godfather dan “Pengabdi Setyan”

KPK Kalah Lawan Setya Novanto, Kuasa Hukum Girang

Laporannya perihal dugaan surat palsu masa perpanjangan pencegahan ke luar negeri bagi Ketua DPR Setya Novanto.‎

Dalam laporan polisi nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim tanggal 9 Oktober 2017 tercantum jika pihak pelapor adalah Sandy Kurniawan.

Sandy yang tak lain kuasa hukum Setya Novanto, menduga pimpinan KPK membuat surat palsu serta menggunakan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP.

(elf/JPC)

loading...

Feeds

Agnez Mo Makin Intim dengan Kekasih

 Agnez Mo masih saja enggan berbagi tentang kisah asmaranya dengan Jeffrey J Kopchia. Pelantun Coke Bottle itu tak jua mengunggah foto …