Menikah di Cimahi Harus Punya Sertifikat Siap Nikah

Ilustrasi (istimewa)

Ilustrasi (istimewa)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Angka perceraian di Kota Cimahi tergolong cukup tinggi. Bayangkan, ada sekitar 6 ribu kasus perceraian pada pasangan menikah yang terjadi setiap tahunnya, atau setiap bulannya terdapat sekitar 500 kasus perceraian.


Ironisnya, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dari jumlah pasangan yang menikah dengan rata-rata usia 20-24 tahun setiap tahunnya, yakni sebanyak 4 ribu hingga 5 ribu atau sekitar 400 pasangan menikah setiap bulannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, Cece Hidayat mengatakan, dari rata-rata pemohon perceraian, kebanyakan disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga.

“Tapi, ada juga yang diakibatkan media sosial yang akhirnya muncul perselingkuhan. Intinya kesiapan mental yang sangat minim,” katanya.

Ia melanjutkan, kebanyakan pasangan yang bercerai merupakan pasangan yang menikah dalam usia muda antara 20-24 tahun. “Biasanya di usia muda, masing-masing individu selalu mempertahankan egonya. Nggak mau ngalah,” ucapnya.

Nah, untuk menekan tingginya angka perceraian tersebut, ia menyatakan, pihaknya memiliki program bimbingan perkawinan. Dimana nantinya, setiap pasangan yang hendak menikah, wajib mengikuti bimbingan perkawinan dan akan mendapatkan sertifikat untuk salah satu persyaratan menikah.

Dalam bimbingan itu, diberikan berbagai materi. Seperti bagaimana memprogram kehidupan rumah tangga setahun, dua tahun, dan seterusnya.

“Sejauh ini, hal-hal yang mendasar belum banyak diketahui. Yang terpenting kita membantu merencanakan masa depan perkawinan,” pungkasnya.

 (gat)

Loading...

loading...

Feeds