Ladies, Masih Mau Pakai Pewarna Rambut? Bahaya Lho

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

POJOKBANDUNG.com- RAMBUT adalah mahkota bagi wanita, banyak sekali yang melakukan kreasi menjadi berbagai macam. Pandangan orang terhadap rambut berbeda-beda, ada yang beranggapan bahwa rambut itu unsur terpenting bagi kecantikan wanita.


Itulah sebabnya seringkali orang mengubah bentuk rambutnya, baik bentuk rambut alami atau juga dengan menggunakan rambut palsu.

BACA JUGA:

Nah, Ini Olahraga yang Ampuh Atasi Sakit Kepala

Masyarakat Zaman Now Lebih Suka Main Gadget daripada Aktivitas Fisik. Ini Bahayanya…

Selain itu, ada juga yang mengganti warna rambutnya dengan cara diwarnai. Rambut yang dicat memang tampak lebih indah dan mempesona. Tapi ketahuilah bahwa sering mewarnai rambut bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.

Wanita yang sering mewarnai rambut mereka mungkin berisiko lebih besar terkena kanker payudara.

Sulit Bangun Pagi? Bisa Jadi Anda Harus ke Dokter Jika Menemukan Gejala Ini

Profesor Kefah Mokbel, ahli bedah kanker payudara di Princess Grace Hospital di London meninjau penelitian tentang apakah ada kaitan antara pewarna rambut dan kanker payudara dan menemukan adanya peningkatan sebesar 14 persen penyakit di antara wanita yang mewarnai rambut mereka.

“Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian kami, temuan kami ini menunjukkan bahwa paparan pewarna rambut bisa menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara,” kata Mokbel, seperti dilansir laman NY Post.

Wanita harus mewarnai rambut mereka hanya sampai lima kali setahun dan menggunakan produk dengan bahan alami, seperti bit.

Dalam sebuah penelitian terpisah, periset Finlandia menemukan bahwa wanita yang menggunakan pewarna rambut lebih mungkin terkena kanker payudara, namun mengatakan tidak jelas apakah produk tersebut merupakan penyebab langsung penyakit ini.

“Mungkin saja, misalnya, wanita yang menggunakan pewarna rambut juga menggunakan kosmetik lain lebih banyak daripada wanita yang tidak pernah menggunakan pewarna rambut,” kata Sanna Heikkinen dari Registry Cancer Finlandia.

(fny/jpnn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …