Jabar Kontributor Terbesar Ketahanan Pangan Nasional

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Netty Heryawan

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Netty Heryawan

POJOKBANDUNG.com – Provinsi Jawa Barat dinilai masih menjadi kontributor terbesar dalam pencapaian swasembada pangan nasional dan penyedia stok beras nasional.


Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37 tingkat Jabar di area Stadion Pakansari Cibinong Bogor, pekan lalu.

“Kami bercita-cita tahun 2045 Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dan saya yakin saat ini Jawa Barat adalah kontributor terbesar untuk pencapaian swasembada pangan kita,” kata Agung.

Menurut catatannya, Jabar adalah penyangga pangan terbesar untuk DKI Jakarta. Sekitar 25-30 persen protein hewani nasional juga dihasilkan dari Jabar dan menyumbang 40 persen komoditas holtikultura nasional.

Baca Juga:

Selamat, Jawa Barat Kampiun Piala Soeratin 2017

KKSS Jawa Barat dan Pemkab Bulukumba Menggelar Festival Pinisi 8 2017

“Dan yang tidak kalah pentingnya Jabar adalah penyumbang beras nasional terbesar, tidak hanya itu tapi juga stok pangan nasional dalam hal ini beras. Apresiasi dari kami bagi pemerintah daerah dan para pelaku pertanian di Jabar,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang secara langsung membuka peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37 itu mengatakan, peringatan tersebut bukan hanya semata-mata bersifat seremoni, tetapi lebih kepada membangkitkan semangat dan komitmen untuk terus membangun ketahanan pangan.

“Tidak hanya ketahanan pangan tapi juga kedaulatan karena pangan yang dihasilkan harus berasal dari kita sendiri,” katanya.

Potensi pangan terbesar khususnya pangan pokok yaitu beras berada di kawasan Jabar bagian utara. Disitu terkumpul sebanyak 80 persen sawah basah dan sisanya di kawasan tengah dan selatan Jabar.

“Jadi dalam konteks ketahanan pangan berbasis pokok pangan itu sebagian besar di utara,” kata Aher.

Sedangkan di kawasan tengah dan selatan Jabar merupakan basis pangan sayuran atau holtikultura dan buah-buahan serta peternakan.

Baca Juga:

Bandara Internasional Jawa Barat dan Mount Fuji Shizuoka Airport Jajaki Kerja Sama

Sah! Segini Besaran Upah Minimum Provinsi Jawa Barat

“Ini sangat bagus ya karena tiap daerah punya kekhasan masing-masing dan kedepan kekhasan tersebut harus diperkuat yaitu one region one product, jadi setiap kabupaten/ kota ada produk unggulannya tersendiri,” jelasnya.

Dari sisi kesuburan tanah, Jabar sangat memungkinkan sampai kepada kedaulatan pangan.

Aher mengatakan, meskipun di sebagian daerah terdapat peralihan fungsi lahan ke industri dan perumahan tapi dengan mengintensifkan teknologi pertanian hal tersebut justru bisa melipat gandakan hasil pangan.

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …