Warganya Kebanjiran, Bupati Bandung Lagi di Pulau Dewata Bali

Banjir Kab Bandung

Banjir Kab Bandung

POJOKBANDUNG.com, DAYEUHKOLOT- Banjir menerjang kawasan Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang.


Saat warganya kebanjiran, Bupati Bandung Dadang M. Naser beserta para Kepala Dinas dan para Camat tengah berada di pulau Dewata Bali sejak Selasa (6/11).

“Hujan diperkirakan akan terus terjadi. Kami siaga terus.  Jam 11.WIB juga sudah mendung lagi, selain pasrah dan siaga mau bagaimana lagi,” ujar Dedi (58) salah seorang warga Kampung Bojongasih Desa Dayeuhkolot RT 3 RW 14, Rabu (8/11).

Dedi mengatakan,  banjir yang terjadi saat ini mulai datang sekitar pukul 00.00 malam kemarin sementara hujan terjadi sejak pukul 17.00 WIB hari ini. Salah satu penyebab terjadi banjir di wilayah tersebut karena aliran sungai Citarum yang dangkal.

Selain itu, kata dia,  masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah ke Sungai Citarum. “Beberapa orang yang rumahnya terendam parah mengungsi di Kantor Desa Dayeuhkolot. Disaat banjir seperti ini, para pengungsi mengaku seringkali kesulitan memperoleh air bersih,” ucapnya.

Kepala BPBD Provinsi Jabar Dicky Saromi menyebutkan ketinggian air sekitar 20 sentimeter-50 sentimeter.

Menurut Dicky, selain faktor cuaca, penyebab banjir bersifat multifaktor di sekitar Sungai Citarum maupun anak-anak sungai. “Sungai Citarum sedimen, dan ada sumbatan lainnya sampah dan sebagainya. Dan yang perlu diperhatikan juga bukan sungai utamanya, tapi anak-anak sungainya, ini kan seperti tulang ikan kayak fishbone, semua bermuaranya ke Sungai Citarum. Jadi ini harus menjadi perhatian kita,” ungkap Dicky, di lokasi.

Bupati Bandung, Dadang M. Naser, melalui siaran persnya mengatakan, ia bersama jajaran pejabat dari Pemkab Bandung tengah melakukan kunjungan kerja ke Kab Badung Provinsi Bali.

Tujuan kunjungan tersebut, selain untuk meningkatkan kapasitas para eselon 2 dan 3, juga melakukan sinergitas di bidang peningkatan pelayanan publik.

“Kita lakukan peningkatan kapasitas kinerja bagi para pejabat eselon 2 dan 3. Dipilihnya Kabupaten Badung ini, karena dari segi pelayanan publiknya sudah bisa  dinilai berhasil, contohnya inovasi pelayanan satu pintu,” terang Dadang.

(apt/riana setiawan/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds