Percepat Penyelesaian Pembangunan BIJB Kertajati, DPRD Jabar Setujui Anggaran Rp364 Miliar

 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar H. Daddy Rohanady (kiri)

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar H. Daddy Rohanady (kiri)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG –  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar H. Daddy Rohanady mengatakan, sudah menjadi keinginan bersama untuk segera beroperasional Bandar Udara Internasional  Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.


Maka, kata dia, dalam APBD Perubahan 2017 telah disepakati dan ditetapkan anggaran sebesar Rp364 miliar untuk mendukung percepatan penyelesaian pembangunan BIJB.

Menurut Daddy, bantuan dari APBN sebesar Rp360 milyar untuk pembangunan runway BIJB Kertajati yang sempat dikabarkan batal pada akhirnya direalisasikan juga oleh pemerintah pusat.

Untuk itu, diperlukan dana pemdamping dari APBD Jabar, maka dalam APBD Perubahan 2017, Pemprov dan DPRD Jabar menyetujui anggaran sebesar Rp364 miliar.

Hal itu diungkapkan Wakil ketua Komisi IV DPRD provinsi Jawa Barat. Drs. H Daddy Rohanady kepada wartawan di DPRD Jabar, terkait usulan Gubernur terhadap Raperda tentang Perubahan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Pemprov Jabar pada PT BIJB, Selasa (7/11/2017).

Baca Juga:

Komisi III DPRD Jabar Pantau Tol Soroja dan BIJB

Pengusaha Timur Tengah dan Afrika Siap Investasi Senilai Rp200 Triliun di BIJB

Daddy menjelaskan, anggaran pendamping APBD sebesar Rp364 miliar tersebut diperuntukan untuk pembebasan lahan BIJB sebesar Rp164 miliar yang dialokasikan di Dinas Perhubungan Jabar untuk urusan sisi darat.

Lalu, sebesar Rp200 miliar dialokasikan di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) yang diperuntukan untuk Penataan Ruang ( Jalan Non Tol dan  Taman).

“Yang jadi catatan buat dewan adalah karena waktunya mepet. Selesai ketuk palu Perubahan sekarang besok pagi seharusnya sudah bisa lelang, jadi percepatan atau akselerasinya besok pagi harusnya sudah bisa lelang,” katanya.

“Karena butuh waktu 40 hari kalau dipercepat 35 hari katakanlah, Syukur kalau gak ada sanggahan kalau ada, sudah bubar,” tambahnya.

Dengan telah siapnya anggaran baik dari APBD maupun APBD Jabar, diharapkan persoalan yang dipermasalahkan masyarakat desa Sukamulya Kabupaten Majalengka harusnya terjawab, meskipun belum 100 persen karena ada sisa Rp50 milyar dari anggaran murni 2018.

Baca Juga:

Gubernur Jabar Tawarkan Peluang Investasi Aerocity BIJB ke Pengusaha Prancis

Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Barat, PT BIJB-Garuda Indonesia Group Jalin Kerja Sama‎

Daddy juga mengungkapkan, bahwa eksisiting pembangunan BIJB per 3 Oktober lalu saat komisi IV berkunjung kelapangan sudah mencapai sekitar 64 persen. Tetapi masih bisa dilakukan akselerasi, terutama bidang interior. Sedangkan pembangunan fisik yang berat sudah hampir terlewati.

“Eksisting secara keseluruhan pada 3 oktober saat komisi ke BIJB itu sekitar 64 persen memang ada yang sudah 90 persen, 40 persen. Tetapi ada juga yang masih kecil tetapi akan terdongkrak dengan pengadaan,”paparnya.

“Kita dan seluruh masyarakat Jabar sangat berharap BIJB segera terwujud, karena BIJB merupakan proyek monumental yang paling cepat selesai, cuma butuh waktu 4 tahun dari 2013. Lihat Perda pembentukan BIJB dari tahun 2013.  Meskipun mungkin dari tahun 2003 sudah ada rintisan bandara, tetapi realnya adalah saat berdirinya PT. BIJB,” tandasnya.

(***)

Loading...

loading...

Feeds