Pakai Batik dan Topi Burung Cendrawasih, George dari Papua Hadiri Pernikahan Kahiyang-Bobby

Anak kepala suku besar Biak Numfor George Matriks Mansnandifu (tengah) dan rekannya dari Papua. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Anak kepala suku besar Biak Numfor George Matriks Mansnandifu (tengah) dan rekannya dari Papua. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

POJOKBANDUNG.com – Bukan hanya warga Solo yang berbahagia. Ribuan relawan Jokowi merasakan hal serupa. Mereka datang dari ujung timur Indonesia menjadi saksi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution.


Suasana riuh terlihat di aula utama asrama haji Donohudan saat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memegang pengeras suara, kemarin (7/11).

Relawan Presiden Jokowi dari berbagai kelompok yang semula duduk di kursi, sontak berdiri mendekati panggung. Pembawa acara kewalahan mengatur ribuan massa.

Hingga akhirnya seorang koordinator mengambil alih pengeras suara dan meneriakkan yel-yel pembakar semangat. “Jo… ko… wi…!!! Presidenku!!” teriaknya lantang yang disambut teriakan relawan tak kalah meriah.

Baca Juga:

Haydar Pratama, Sosok Pilot yang Pernah Pacari Kahiyang Ayu

TNI Kerahkan Prajurit Cantik untuk Amankan Pernikahan Kahiyang-Bobby

Siang kemarin memang menjadi hari yang cukup membahagiakan bagi ribuan relawan Jokowi. Sebab, mereka diberi kesempatan berdialog dengan Menteri Luhut sebagai representasi pemerintah.

Dialog terbuka tersaji dalam forum itu. Tercatat 12 kelompok relawan hadir. Antara lain Pro Jokowi (Projo), Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), dan Solidaritas Merah Putih (Solmet). Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Sabang sampai Merauke.

“Kami datang dari tanah Papua,” kata George Matriks Mansnandifu dengan logat khasnya.

George, begitu dia minta disapa, datang langsung dari Biak, Papua bersama 11 rekannya untuk memberikan selamat kepada putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution yang hari ini menikah.

Dia tergabung dalam Solmet Papua dan Papua Barat. Penampilannya cukup nyentrik dibandingkan relawan Jokowi lainya. 12 orang asal papua ini memakai topi khas berbahan mirip bulu burung Cenderawasih.

Uniknya lagi, mahkota di atas kepala itu dipadu dengan pakaian batik khas Jawa yang khusus dibeli untuk menghadiri pernikahan Kahiyang-Bobby.

“Ini batik khas Solo, kita beli di sini, tapi tidak tahu batik apa ini,” ucapnya.

Perpaduan antara topi khas Papua dan batik Solo itu dianggapnya sebagai gambaran perasaan masyarakat Papua saat ini. Yakni, di hati orang Papua ada pemimpin dari Solo.

Dia menyebut bumi Cenderawasih memiliki aura positif terhadap pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Banyak pembangunan infrastruktur yang dilakukan dan nyata terlihat oleh masyarakat Papua.

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …