Begini Sidang untuk Para Pedagang Kecil yang Melanggar Aturan

Sidang tindak pidana ringan di gedung aula Kecamatan Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Sidang tindak pidana ringan di gedung aula Kecamatan Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Para pelanggar bangunan dan pedagang kaki lima (PKL) menghadiri sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang dilaksanakan di gedung aula Kecamatan Cimahi Tengah, Jalan Terusan, Selasa (7/11/2017).


Mereka dipanggil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mempertangjawabkan kesalahannya. Ada pun yang hadir dalam sidang tipiring tersebut sebanyak 28 orang pelanggar Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) dan 6 orang pelanggar izin bangunan.

Rini Lusy, Kepala Bidang Penegak Perda Dinas Satpol PP Kota Cimahi, mengatakan sebanyak enam bangunan di Kota Cimahi didakwa melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Bangunan dan Perda Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Penataan dan Perlindungan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Dari enam bangunan tersebut, lima bangunan didakwa karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau mendirikan bangunan sebelum mengantongi IMB, satu lagi penggunaannya tidak sesuai IMB.

Baca Juga:

Pemkot Cimahi Tindak PKL Bermobil

PKL Dayeuhkolot Dibiarkan Kuasai Trotoar

“Mereka didenda minimal Rp 1 juta maksimal Rp 3 juta. Kalau yang satu lagi, itu karena izinnya bukan untuk minimarket, tapi ternyata sekarang bangunan itu berfungsi sebagai minimarket,” ujarnya.

Selain bangunan yang melanggar perizinan, dalam sidang itu sekaligus dilakukan kepada para PKL. Merka didakwa karena melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2009 tentang K3.

“Kalau untuk PKL didenda mulai Rp 50 ribu, sesuai dengan berapa kali dia melakukan pelanggaran,” ucapnya.

Salah seorang terdakwa, Kartika Sari Septiani, mengakui kesalahan karena tidak mengantongi izin. Terlebih, menurutnya, bangunan yang diurusnya sekarang baru dipindahtangakan.

Baca Juga:

Satpol PP Tuding Ada ‘Beking’ PKL dan Parkir Liar di Alun-alun Bandung

Keluhkan Pungutan, PKL Alfathu Berbondong-bondong Pindah ke Sentra Bisnis Warung Lobak

“Sebelumnya punya saudaranya, sekarang saya lagi ngurus izinnya,” ungkapnya.

Ia disangka dengan tiga bangunan, yakni tempat pencucian mobil di Jalan Pesantren, asrama berbayar di Jalan Permana, dan gedung serbaguna di Jalan Citeureup.

“Tadi oleh hakim memutuskan didenda sebesar Rp 1.002.000 untuk tiga bangunan. Setimpal juga dengan pelanggarannya,” tuturnya.

Meski begitu, lanjut dia, pihaknya sudah mengurus berbagai perizinan sejak tahun 2016 namun, hingga saat ini belum kelar.

“Bukannya saya tidak mengurus izin. Tapi sedang diproses sekarang, dan cukup lama juga prosesnya karena memang detail persyaratannya,” pungkasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …