Ridwan Kamil Dicecar Pertanyaan Warga Terdampak Rumah Deret Taman Sari

Ridwan Kamil. Foto: Riana Setiawan

Ridwan Kamil. Foto: Riana Setiawan

POJOKBANDUNG.com – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berdialog dengan warga RW 11 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan yang terkenda rencana pembangunan rumah deret, Senin (6/11/2017).


Dialog selama tiga jam yang dilakukan di Aula Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bandung itu berakhir tanpa ada keputusan atawa buntu.

“Kami sebenarnya tidak menolak adanya rencana pembangunan rumah deret. Kami hanya ingin tinggal di sana dan digratiskan,” ujar Ketua Forum RW 11 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan, Nanang.

Selain ingin gratis, warga juga menuntut sertifikat kepemilikan bangunan di lahan yang diklaim Pemkot Bandung tersebut.

Baca Juga:

Pemkot Bandung Bakal Bikin Pusat Bisnis dan Taman di Kiaracondong

Warga Belum Sepakat, Pemkot Bandung Keukeuh Bakal Eksekusi RW 11 Taman Sari

Warga yang datang dalam acara mediasi tersebut adalah warga yang belum setuju dengan penawaran dari Pemkot Bandung.

Seperti diketahui, 90 kepala keluarga yang tinggal di RW 11, 25 warga sudah setuju pindah sementara dengan mendapat uang maksimal Rp26 juta untuk mengontrak setahun.

Setelah proyek pembangunan rumah deret selesai, warga akan kembali ke lokasi. Dengan berbagai fasilitas.

Namun, ada sekitar 65 KK yang tidak setuju dengan kondisi ini. Karena mereka ingin memiliki sertifikat dan ingin tinggal di sana dengan gratis.

“Sebenarnya, kalau ada jaminan kami tinggal gratis di sana, tidak akan jadi masalah,” terangnya.

“Kami ingin mendapat sertifikat, kami sudah tinggal di sana secara turun-temurun. Bahkan ada yang mendapat warisan dari keluarganya,” katanya.

Hal tersebut dibenarkan sekretaris RW 11, Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan, Eva. Eva mengatakan, dirinya ingin ada kejelasan apakah benar tanah tersebut milik Pemkot Bandung.

Baca Juga:

Aksi Tolak Rumah Deret Tamansari, Pemkot Bandung Disebut Lukai Hati Warganya

Perumahan Konsep Go Green Masih Sedikit

“Kalau memang benar, saya ingin lihat buktinya,” katanya.

Karena, jika ternyata itu bukan lahan milik Pemkot Bandung, pihaknya ingin mendapat fasilitas untuk mendapatkan sertifikat.

Selain itu, banyak lagi keluhan warga terkait mediasi tersebut, di antaranya, keluhan lokasi rumah bagi para lansia, yang diupayakan tidak dilantai atas.

Seperti diketahui, rencananya, di kawasan tersebut akan dibangun rumah deret 6 lantai, di lahan 6.700 meter persegi. Dengan kapasitas penghuni berkali-kali lipat dibanding eksisting.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, tidak bisa menggartiskan warga yang akan tinggal di rumah deret tersebut.

“Kalau digratiskan, saya melanggar hukum. Yang bisa kami berikan, adalah diskon besar,” katanya.

Loading...

loading...

Feeds

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …