Meme Itu Ekpresi Anak Muda Zaman Now, Pak Setnov!

Kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, menunjukkan sejumlah meme Setya Novanto yang beredar di internet di Direktorat Pidana Cyber Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (1/11).

Kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto, menunjukkan sejumlah meme Setya Novanto yang beredar di internet di Direktorat Pidana Cyber Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (1/11).

POJOKBANDUNG,com- ANGGOTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dyann Kemala Arrizqi (29) ditangkap polisi terkait kasus unggahan meme berkonten mirip Ketua Umum Golkar Setya Novanto di medsos pribadinya.


Dyann bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

BACA JUGA: Tak Terima Dibikin Meme, Setya Novanto Laporkan 32 Akun Netizen

Kasus Dyann itu mendapat sorotan dari Southeast AsiaFreedom of Expression Network (SAFEnet).

Koordinator Regional SAFEnet, Damar Juniarto, menilai meme sebagai bentuk ekspresi kekinian.

“Sehingga, tidak seharusnya berujung ke ranah hukum. Meme itu ekspresinya anak muda zaman now. Setara dengan pendapat yang disampaikan dalam bentuk teks atau audio,” ujarnya.

Lebih jelas Damar memaparkan, meme dapat diartikan sebagai gambar yang mengekpresikan sesuatu yang dirasakan dengan cara penyampaian lucu (satir) yang mudah direplikasi. Isinya berupa celotehan, sindiran atau lelucon.

Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Dawkin pada 1976 dari kata Yunani “Mimeme” yang diserap ke bahasa Inggris, menjadi “mime” atau “mimic.”

“Karena sifatnya yang lucu dan bernada bercanda, meme disukai dan tidak dimaksudkan untuk menghina. Paling jauh hanya untuk menyindir,” urai Damar.

Sehingga, Damar ikut terkejut saat mengetahui Dyann dijerat pasal pidana terkait unggahan meme terhadap seorang figur melalui media sosialnya. Padahal, menurut Damar, meme yang diunggah Dyann murni berkonten satir.

Loading...

loading...

Feeds