Pakai Baju Biru, Penonton Dikeroyok Suporter Persija

Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Manahan Solo, Jumat (31/11). Foto: Iswara Bagus/Radar Solo

Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Manahan Solo, Jumat (31/11). Foto: Iswara Bagus/Radar Solo

POJOKBANDUNG.com- TIGA penonton mengalami luka cukup parah saat pertandingan antara Persija melawan Persib di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11) sore lalu.


Beruntung, ketiga suporter itu berhasil diselamatkan petugas yang berjaga di stadion dan dilarikan untuk mendapatkan perawatan.

BACA JUGA:

Persib Bandung Bisa Hilang dari Klasemen Liga 1

Walah, Pelatih Persija Sebut Keputusan Persib Kekanak-kanakan

Para suporter tersebut sempat menjadi bulan-bulanan oknum suporter lain di beberapa lokasi, seperti tribun utara dan tribun timur. Ketiga korban tersebut di antaranya, Ahmad Habibi, Dicky, dan Ihkwan.

Para korban ini sepertinya hanya menjadi salah sasaran yang dilakukan oknum suporter Persija. Karena setelah ditelusuri para korban ini tidak berasal dari Bandung dan bukanlah Bobotoh. Ketiganya adalah dari eks Karesidenan Surakarta, seperti dari Sukoharjo dan Boyolali.

Kontroversi Persija Vs Persib: Umuh Bingung Pemainnya Masih Berunding Wasit Tiup Peluit Akhir

Salah satu korban, Ahmad Habibi mengatakan, dirinya hanya menjadi korban saja. Bukanlah dari Bandung melainkan dari Sukoharjo. Selama ini dirinya menempuh pendidikan di UNS, Solo. Tetapi, karena dirinya saat itu mengenakan pakaian biru saja, Ahmad langsung dikeroyok tanpa ampun.

“Saya bukanlah Bobotoh, ya mungkin saja tadi pas bawa baju biru. Tadi tergesa-gesa saat berangkat ke sini, ya mungkin lagi apes saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indra Syarif mengaku, untuk pertandingan kala itu The Jakmania relatif tertib karena tidak ada sweeping seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Kalau kali ini kan tidak ada sweeping, kalau yang dulu kan pakai di-sweeping. Kalau ada yang menjadi korban, berarti saya harus minta maaf,” katanya.

Panpel Pertandingan Solo, Heri Gogor Isranto mengaku sudah mengetahui ada korban suporter. Akan tetapi, dirinya juga belum memastikan berapa jumlahnya. “Kalau nanti ada ya kami akan membantu, kalau yang bertanggung jawab Panpel dari Jakarta. Kalau dari kami hanya selaku mediator atau menyediakan tempatnya saja,” kata Gogor.

(apl/ce1/JPC)

Loading...

loading...

Feeds