Anggota DPR RI Fraksi PAN Haerudin Amin, Roadshow ke Ponpes

Angota DPR RI Fraksi PAN,Haerudin Amin melebur bersama kaum santri dan kiayi saat roadshow ponpes ke Garut.

Angota DPR RI Fraksi PAN,Haerudin Amin melebur bersama kaum santri dan kiayi saat roadshow ponpes ke Garut.

POJOKBANDUNG.com – Anggota DPR RI, Haerudin Amin melakukan roadshow kunjungan ke tiga pondok pesantren (Ponpes) di Garut.


Ponpes tersebut di antaranya Ponpes Nurul Huda asuhan KH.Saefurrosyad yang berlokasi di Kampung Pasir jati Desa Peundeuy Kecamatan Peundeuy Kabupaten Garut, Ponpes An-Nur asuhan KH Kholil serta Ponpes Assalam asuhan KH Nana Taryana di daerah Kabupaten Garut selatan.

“Banyak Pesantren yang membutuhkan uluran tangan sekaligus perhatian dan dukungan dari pemerintah, sebab dari ponpes banyak melahirkan ulama, kyai, serta sumber daya manusia yang eksistensinya tidak diragukan,” tegas legislator dari Fraksi PAN ini, dalam siaran persnya, Sabtu (4/11/2017).

“Untuk itu, pesantren harus punya tempat yang pantas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan dukungan serta perhatian pemerintah harus nyata,” tambahnya.

Sebagai mandatory konstitusional, ia menilai hal itu berada di pundak pemerintah. Untuk itu, pembangunan berbasis pendidikan keagamaan yang sejauh ini pengelolaannya di ponpes sejatinya harus mendapatkan dukungan dan peran pemerintah secara nyata.

“Pesantren tak pernah berhenti mencetal kader pemimpin bangsa. Pesantren pun secara terus menerus terlibat penuh mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa,” ujar Haerudin yang terpilih dari dapil Jabar XI ini.

“Santri yang dibina dan dididik tidak hanya sekedar menjadi peserta didik mengaji kitab klasik bersama kyai sebab ada makna lain santri selain memperdalam keilmuan agama ketika saat itu Indonesia masih dalam penjajahan kolonial. Saat itu binaan dan didikan menjadi santri siap berjuang sangat didengungkan demi membela negara, mengusir penjajah dan tidak bergantungan dengan penguasa kolonial. Dan sikap kebangsaan ini selalu ditekankan di pesantren,” lanjutnya.

Dipaparkan Haerudin, dalam sejarah mencatat bahwa santri dan para ulama adalah basis kekuatan dan Keutuhan NKRI. Dengan demikian anggota Komisi IX ini juga mengingatkan apa yang seharusnya pemerintah berikan bagi ponpes-ponpes di tanah air, dilihat dari eksistensi pesantren yang juga sebagai problem solver kepada masyarakat, dan sebagai pemberdayaan masyarakat malah ia memandang peradaban Indonesia hingga hari ini tidak lain buah dari pendidikan pesanten.

Semangat pendidikan Islam pesantren sesuai dengan nilai-nilai multikulturalisme di Indonesia yang bisa menjadikan masyarakat beragama yang santun, ramah dan beradab. Semangat multikulturalisme itu diyakini Haerudin karena untuk menghindari terjadi konfik yang bernuansa perbedaan.

“Multikulturalisme adalah cara untuk mewujudkan dunia yang damai, sejahtera, aman, saling menghargai dan mengakui terhadap perbedaan,” tandasnya.

(azm)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …