Belum Ada Kajian Ilmiah, R.A. Lasminingrat Asal Garut Gagal Jadi Pahlawan Nasional

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta tidak patah semangat dalam memperjuangkan tokoh-tokoh pejuang asal Jawa Barat untuk diusulkan dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.


Kegagalan Raden Ayu Lasminingrat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di tahun 2017 ini oleh pemerintah pusat karena masih kurang persyaratan yaitu belum adanya kajian ilmiah.

Untuk itu, menurut anggota Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya, Pemprov Jabar harus terus berupaya memperjuangkan semua tokoh-tokoh pejuang asal Jabar dan melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Baca Juga:

Sambut Hari Kemerdekaan, Game Lokal Indonesia Rilis Dua Game tentang Pahlawan

Cara Pemkot Bandung Hargai Jasa Pahlawan

DPRD Jabar melalui Komisi V akan terus mendorong pihak Pemprov Jabar agar terus mengusulkan  tokoh-tokoh asal Jabar  kepada pemerintah pusat agar bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional.

“Kegagalan Raden Ayu Lasminingrat dalam meraih gelar Pahlawan Nasional di tahun 2017 ini, tidak mematahkan semangat Pemprov Jabar dalam memperjuangkan tokoh-tokohnya,” ujar Abdul Hadi Wijaya, saat diminta tanggapannya terkait gagalnya R.A Lasminingrat meraih gelar pahlawan nasional di gedung DPRD Jabar, Kamis (3/11/2017).

Dikatakan, R.A. Lasminingrat  adalah salah seorang tokoh Jabar asal Kabupaten Garut yang selama hidupnya terus berjuang dan mempelopori kemajuan wanita Sunda dan juga sebagai pendiri Sekolah Kautamaan Istri di Garut.

Sebenarnya R.A Lasminingrat pada tahun 2010 lalu, Pemerintah Kabupaten Garut pernah mengusulkan kepada pemerintah Pusat untuk mendapatkan gelar pahlawan Nasional, namun berhubung belum ada kajian ilmiah akhirnya gagal.

Baca Juga:

Dinilai Sebagai Pahlawan Asia, Ezra Walian Akhirnya Berlabuh di Klub Ini

Mantan Penasehat KPK Sebut Presiden Jokowi “Pahlawan Penghutang”

Untuk itu, Abdul Hadi minta Pemprov Jabar untuk melengkapi semua persyaratan termasuk kajian ilmiah dan dokumentasi tokoh tersebut, ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Hadi mengatakan, kajian ilmiah merupakan salah satu persyaratan yang memang harus dipenuhi, karena hasil kajian ilmiah dari para akademisi terutama ahli sejarah, budayawan dan bila perlu ada saksi hidup termasuk dokumentasi pendukung juga dilampirkan.

Untuk itu, kita minta agar Pemprov Jabar melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk memenuhi semua persyaratan. Dan jangan patah semangat tetap perjuangkan tokoh-tokoh asal Jabar, tandasnya.

(***)

Loading...

loading...

Feeds

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …