Waspada! Rumah Ibadah Jadi Tempat Kampanye Isu SARA dan Ujaran Kebencian

Panwaslu Kota Cimahi dan Bawaslu Jawa Barat ingatkan bahaya kampanye di rumah ibadah

Panwaslu Kota Cimahi dan Bawaslu Jawa Barat ingatkan bahaya kampanye di rumah ibadah

POJOKBANDUNG.com – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi, Yus Sutaryadi, mengingatkan kepada masyarakat agar lebih waspada terahadap kampanye hitam yang memanfaatkan rumah ibadah.


Menurutnya, kampanye hitam meupakan sebuah upaya untuk merusak atau mempertanyakan reputasi seseorang dengan mengeluarkan propaganda negatif. Hal ini dapat diterapkan kepada perorangan atau kelompok.

“Makanya kami imbau mewaspadai apabila ada pertemuan politik yang memanfaatkan rumah ibadah. Karena sudah termasuk pelanggaran,” kata Yus, baru-baru ini.

Baca Juga:

Hari Kontrasepsi Sedunia: Kampanye Kontrasepsi Semarak di CFD Dago

Bobotoh Ramai-Ramai Kampanye UnfollowPersib. Ada Apa?

Untuk mecegah adanya kampanye di rumah ibadah, kata dia, langkah yang dilakukan oleh pihaknya yakni melakukan edukasi pemilu kepada seluruh elemen masyarakat.

Terlebih, sejauh ini menurutnya tempat ibadah sangat rentan dijadikan sarana politik praktis seperti penyebaran isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) dan ujaran kebencian.

“Politik praktis sangat membahayakan. Minimal keterlibatan para penanggung jawab ini bisa dioptimalkan, sehingga isu SARA bisa diantisipasi,” ungkapnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menyebutkan, potensi pelanggaran di tempat-tempat ibadah menempati posisi atas dalam proses pemilihan umum.

Sementara Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jawa Barat Yusuf Kurnia menambahkan, potensi pelanggaran dengan memanfaatkan tempat ibadah khususnya masjid, biasanya dimanfaatkan dengan berkedok pengajian.

Baca Juga:

Aduh, Kampanye Sehari Lepas Bra Malah Jadi Ajang Mesum

Satpol PP Cimahi Turunkan Paksa Atribut Kampanye Balon Gubernur Jabar

“Potensi pelanggaran di tempat-tempat ibadah menempati posisi atas dalam proses pemilihan umum. Alangkah baiknya masyarakat dapat memahami potensi kampanye hitam,” ucapnya.

Secara kultur, lanjut dia, iklim politik di Jawa Barat selama ini terbilang lembut. Namun, yang harus diwaspadai adalah dampak dari Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang syarat akan isu SARA.

“Dalam hal ini, para tokoh lintas agama diharapkan aktif mengawasi semua tahapan proses demokrasi.  Tujuannya, agar pesta demokrasi, terutama yang terdekat, yakni Pilgub Jawa Barat 2018 sesuai kultur, yakni silih asah, silih asih dan silih asuh,” pungkasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …