Pakai Pita Hitam, KPK Peringati 201 Hari Peristiwa Penyiraman Air Keras Novel

Novel Baswedan saat diwawancarai di Masjid Al-Falah Singapura Jumat (12/7/2017). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

Novel Baswedan saat diwawancarai di Masjid Al-Falah Singapura Jumat (12/7/2017). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

POJOKBANDUNG.com – 201 hari kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berlalu. Hingga kini, pelakunya belum juga ditemukan.

Seraya memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memperingati 201 hari penyiraman air keras terhadap penyidik senior di lembaga antirasuah itu.

Sejumlah pegawai kompak menggunakan pita hitam dalam upacara yang digelar di Gedung Merah Putih KPK Kuningan, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Itu sebagai bentuk keprihatinan akan peristiwa penyiraman terhadap Novel yang pelakunya belum juga ditemukan.

“Wadah pegawai secara spontan (menggunakan pita hitam) untuk memperingati 200 hari (201-Red) karena sampai sekarang belum ditemukan penyerangnya,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Baca Juga:

Novel Baswedan Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Sebentar Lagi Malah Jadi Tersangka

Waduh! Pelaku Teror Air Keras Masih Berkeliaran, Novel Baswedan Malah Dipolisikan

Doa pun disampaikan demi kesembuhan mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bengkulu tersebut. “Tadi kita memang mendoakan kesembuhan Mas Novel,” sebutnya.

Tentu KPK juga berharap pelaku penyiraman yang menyebabkan luka parah di kedua mata Novel tersebut segera ditemukan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditemukan,” harap Laode.

Sejauh ini, komunikasi dengan kepolisian tetap dilangsungkan. Baik secara formal maupun informal. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis yang memimpin langsung.

“Yah mudah-mudahan tidak lama lah kita bisa menemukan,” imbuhnya.

Kabar terakhir dari kepolisian, telah ditemukan beberapa petunjuk. “Info terakhir tentang Novel mereka menemukan beberapa clue, tapi belum dipresentasikan,” jelas Laode.

Namun dari keterangan kepolisian, menangani kasus penyiraman tersebut cukup sulit. Kesulitan utamanya dikatakan bahwa penyiraman terjadi di malam hari, bukan waktu subuh.

“Dan saksi yang melihat tidak terlalu banyak. Mungkin diharapkan kepada masyarakat yang telah melihat sketsanya untuk melaporkan,” pungkas Laode.

Sebelumnya, wajah Penyidik Senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya, 11 April lalu.

Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras tak cukup ditangani di Indonesia. Sejak 12 April 2017, Novel mendapatkan perawatan mata di sebuah rumah sakit di Singapura.

(dna/JPC)

loading...

Feeds

Kapolri Puji Inovasi Bank Bjb

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang mempelopori inovasi pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor …