1 Korban Pabrik Petasan Gadis 14 Tahun, Ditemukan Gosong tanpa Kaki dan Tangan

Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kombes Pramujoko menunjukkan foto korban pabrik petasan maut di Kosambi, Tangerang, atas nama Surnah yang masih berusia 14 tahun. Foto via Jawa Pos

Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kombes Pramujoko menunjukkan foto korban pabrik petasan maut di Kosambi, Tangerang, atas nama Surnah yang masih berusia 14 tahun. Foto via Jawa Pos

POJOKBANDUNG.com- DARI 47 korban meninggal dalam peristiwa ledakan di pabrik petasan di komplek pergudangan 99, Jalan Raya Salembaran, Cengklong, Kosambi, Tangerang, baru satu yang dikenali.


Dari hasil identifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, korban teridentifikasi seorang perempuan. “Hasil hari ini yang baru bisa diidentifikasi baru ada satu jenazah,” kata Ketua Tim DVI Kombes Pramujoko, Jumat (27/10).

BACA JUGA:

Video Detik-detik Gudang Petasan Kosambi Meledak, Puluhan Orang Tewas

Cerita Kades Cililin setelah 12 Saudaranya Jadi Korban Ledakan Gudang Petasan Kosambi

Korban berasal dari kantong jenazah nomor 01 dengan nomor register polisi 344 dan berjenis kelamin perempuan. Ironisnya, korban ternyata diketahui masih anak-anak karena baru berusia 14 tahun. “Atas nama Surnah, usia 14 tahun,” sebutnya.

Pramujoko membeberkan, kondisi jenazah korban saat ditemukan sudah dalam kondisi sangat rusak parah. Selain sekujur tubuh yang hangus dan gosong, tangan dan kakinya juga sudah tidak ada akibat terpanggang api cukup lama.

Cerita di Luar Nalar Pekerja Gudang Petasan Kosambi yang Bisa Lolos dari Kepungan Api

“Jenazah sudah tidak ada tangan dan kakinya. Baru itu yang bisa diidentifikasi,” katanya. Dari catatan, diketahui korban adalah warga Kampung Salembaran, Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang, Banten.

Pramujoko menambahkan, jasad korban dikenali berdasarkan pemeriksaan gigi, jenis kelamin, tinggi badan dan usia. Dengan begitu, polisi akan langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga. “Iya, langsung kami serahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Saat ini, Tim DVI mengaku sudah melakukan tes DNA terhadap seluruh korban. Sayangnya, hal itu terkendala karena kurangnya data antemortem (data fisik sebelum meninggal) dari masing-masing keluarganya korban.

Sementara itu, pemilik pabrik petasan maut dipastikan akan mendapat banyak masalah. Setelah harus berurusan dengan Polda Metro Jaya, ia kini mendapat ancaman dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Yohana Yembise yang mengaku geram dengan PT Panca Cahaya Sukses itu.

Loading...

loading...

Feeds

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …

Pedagang Jamur Ketiban Berkah Hujan

POJOKBANDUNG.com, PAMULIHAN – Musim hujan yang tengah melanda saat ini, membawa angin segar bagi penjual jamur disepanjang jalan raya Bandung-Cirebon …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …