Kata Pengamat, Ini Kerugian Besar Golkar Jika Lebih Memilih Ridwan Kamil daripada Dedi Mulyadi

Istimewa

Istimewa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ridwan Kamil (Emil) berhasil memeroleh tiket resmi untuk bertarung pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Hal yang sama diharapkan terjadi pada kandidat lain yang selama ini disebut-sebut juga akan menjadi calon gubernur seperti Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.


Menurut pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Firman Manan, akan lebih baik jika semakin banyak pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang bertarung pada Pilgub Jawa Barat 2018.

Dengan begitu, masyarakat akan disuguhkan pilihan yang banyak akan calon pemimpinnya.

Firman meyakini, semakin banyaknya pilihan akan semakin banyak juga calon gubernur-wakil gubernur yang berkualitas.

Baca Juga:

Survei: Deddy Mizwar Populer Juga karena Dikenal Sebagai Bintang Film

Kejutan! DPP Golkar Restui Duet Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien

Di sisi lain, ia juga berharap sebaiknya Partai Golkar mengusung calon gubernurnya sendiri. Meski belum memenuhi syarat pencalonan (20 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat), menurutnya Golkar bisa menggandeng partai lain untuk berkoalisi.

Firman menilai, Golkar memiliki kader yang mumpuni untuk diusung menjadi calon gubernur.

“Sekarang ini kan Golkar punya Dedi Mulyadi yang layak untuk diusung,” kata Firman.

Ia menilai, Dedi Mulyadi memiliki kapabilitas yang baik untuk menjadi calon pemimpin Jawa Barat selanjutnya.

Hal serupa diharapkan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Terlebih, kata Firman, PDIP sudah bisa mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi dengan partai lain.

PDIP pun telah mejaring kandidat melalui ‘Curah Gagasan’ yang digelar baru-baru ini.

Baca Juga:

Pernah Hoax, Dukungan Golkar ke Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien Kini Resmi

Bukan Deddy Mizwar? DPP Gerindra Masih Pilih-Pilih Figur Cagub Jabar

“Jadi akan lebih bagus kalau pasangan calonnya lebih banyak. Masyarakat akan banyak pilihan,” katanya.

Sementara pakar politik Unpad, Muradi, menambahkan partai besar akan rugi jika tidak mengusung kadernya sebagai calon gubernur.

Dia mencontohkan, akan terjadi demoralisasi pada akar rumput jika Golkar tidak mengusung kader sebagai calon gubernur.

Ketiadaan kader dalam kontestasi politik ini akan menggerus kepercayaan diri kader. Bahkan, menurutnya tidak heran jika kader akan kecewa dengan kondisi yang ada.

Loading...

loading...

Feeds