Pelaku Bisnis Retail Galau Hadapi Era Digital

Ilustrasi (Foto: Riana Setiawan)

Ilustrasi (Foto: Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Para pelaku industri retail kian dibuat galau dengan melesatnya perkembangan era digital. Mereka terdorong untuk segera merumuskan model penjualan baru demi menghindari kebangkrutan.


Sekum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat, Henri Hendarta mengatakan, perlambatan ekonomi tentu berpengaruh besar di semua sektor industri, termasuk yang bergerak di sektor ril.

Antisipasinya, pengusaha harus cepat beradaptasi dan memahami kebiasaan masyarakat masa kini dalam bertansaksi. “Pengusaha harus bisa membuat model baru, seperti melirik segmen online untuk berkontribusi offline-nya (toko) dengan harga yang affordable,” kata Henri kepada wartawan, Kamis (26/10/2017).

Dikatakan, para pengusaha Aprindo kini tengah mencoba merambah ke segmen online. Meski kontribusi pemasukannya baru 10persen dibandingkan offline, tetapi grafik pertumbuhannya terus menunjukkan perbaikan setiap tahun.

“Kami optimis akan bertahan dan terus tumbuh dengan perubahan zamannya,” tegas Henri.

Seperti diketahui, belakangan ini industri retail Indonesia melalui penjualan secara offline semakin goyah, seperti ditandai dengan ditutupnya gerai Lotus Departement Store di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, menyusul pendahulunya, Matahari di Blok M dan Manggarai pada akhir September lalu.

Namun di Jawa Barat, lanjut Henri, hingga saat ini bisnis retail rata-rata masih bisa bertahan. Meski demikian, sektor bisnis retail tetap butuh perhatian dari pemerintah untuk merangsang daya beli masyarakat.

(atp/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds