Cerita Kades Cililin setelah 12 Saudaranya Jadi Korban Ledakan Gudang Petasan Kosambi

Korban tewas ledakan mercon di Tangerang bertambah menjadi 47 orang

Korban tewas ledakan mercon di Tangerang bertambah menjadi 47 orang

POJOKBANDUNG.com- PABRIK petasan ‎di kawasan Kosambi, Tangerang meledak Kamis pagi (26/10) hingga mengakibatkan kebakaran hebat. Akibat kejadian tersebut, puluhan korban dinyatakan tewas.


12 korban dalam ledakan tersebut di antaranya merupakan warga Kampung Cisitu Desa Batulayang, Kec Cililin, Kab Bandung Barat.

BACA JUGA:

Ngeri! Gudang Petasan Kosambi Meledak, 20 Karyawan Tewas Mengenaskan

12 Korban Ledakan Mengerikan di Gudang Petasan Kosambi Warga Cililin

Dimana sebelas orang di antaranya warga Kampung Cisitu dan seorang korban lainnya, warga Kampung Kaum, Cililin yang keseluruhan merupakan saudara dari Kepala Desa Cililin, Beben.

“Ya, korban semuanya ialah keluarga besar saya di Desa Cililin. Ada keponakan, ada sepupu, om, yang paling dekat ya anak angkat saya, Darwin Pratama (21),” ungkap Beben kepada wartawan via telepon seluler.

Ini Daftar Nama Korban Ledakan Gudang Petasan Kosambi yang Tewaskan 47 Orang

Setelah kejadian ledakan sekitar pukul 09.00 Wib, Beben menceritakan, anak angkatnya sempat menghubunginya. “Anak saya yang pertama memberi tahu informasi ke saya, dia ngomongnya lagi keluar pabrik, tiba-tiba mendengar suara ledakan, di tengah perbincangan teleponnya tiba-tiba terputus,” jelasnya.

Semenjak itu hingga kini Beben masih belum mendapat kabar dari anaknya itu. Setelah mendengar kejadian tersebut, ia bersama delapan orang perwakilan keluarga korban pun langsung menuju Tanggerang untuk mengecek keadaan keluarganya.

“Saya langsung ajak saudara untuk segera pergi ke Tangerang karena nampaknya merupakan musibah besar,” ujarnya. Menurut Beben, di antara sejumlah korban ada satu keluarga yang merupakan anak dan orang tuanya yang bekerja bersama di pabrik tersebut.

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …