Pengawas Pemilu Pakai Narkoba, Siap-siap Dicoret

Larangan Narkoba.

Larangan Narkoba.

POJOKBANDUNG.com – Sebanyak 176 calon Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Bandung lakukan tes Narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat.


Persyaratan ini dilakukan guna mendapatkan Panwascam yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia menjelaskan tes narkoba ini merupakan upaya para calon untuk Panwascam se-Kabupaten Bandung dapat bekerja maksimal.

Sangat dipastikan seseorang yang tercandu narkoba memiliki persoalan masalah kepribadian.

“Seseorang yang masih terikat dengan narkoba dipastikan tidak akan bekerja dengan optimal dalam tugas sebagai pengawas pemilu,” kata Hedi di Soreang, Senin (23/10/2017).

Baca Juga:

Waspada, Peredaran Narkoba Sudah Sasar Anak SD

Pelantikan 624 Perwira Muda, Kasad: Anggota TNI AD Terlibat Narkoba “PECAT”

Menurut Hedi, ketika seseorang sudah tergantung dengan narkoba dikhawatikan akan merasa ketagihan.

Biasanya seseorang yang telah terjangkit oleh barang haram tersebut mudah sekali terpecah konsentrasinya dan sangat dipastikan tidak akan memiliki kesempatan untuk memikirkan tugas pokok dan fungsi sebagai panwascam.

Selain itu, narkoba dapat merusak tatanan demokrasi dengan menggerogoti generasi. Ketika generasi telah dirambah oleh zat terlarang, otomatis rusak pula partisipasi pemilu. Bila partisipasi pemilu demokrasi tersendiri dipastikan tercederai.

Bila ditemukan positif menggunakan narkoba, para calon panwascam dipastikan tidak akan lulus. Indikator kelulusan dalam tes ini yaitu antara lain tes wawancara, rekam jejak, kesehatan fisik, kejiwaan dan tentunya harus terbebas narkoba.

“Pengumuman kelulusan panwascam dilakukan Selasa 24 Oktober 2017 dan Kamis 26 Oktober pelantikan sebelum diterjunkan ke lapangan,” kata Hedi.

Baca Juga:

Tora Sudiro Tersandung Narkoba, Dongkrak Promosi Film Warkop DKI?

Perang Lawan Narkoba ala Duterte, Wali Kota dan Istrinya Ditembak Mati

Hedi menegaskan, rekrutmen Panwascam kali ini pihaknya terfokus pada pembenahan internal dengan integritas menjadi perhatian utama.

Menurutnya, Panwascam berintegritas lebih penting ketimbang calon yang memiliki pengetahuan kepemiluan dan pengalaman. Karena membentuk seseorang untuk memahami aturan jauh lebih mudah.

Indikator seseorang dikatakan berintegritas di antaranya ketika yang bersangkutan mampu menyelesaikan persoalan konflik kepentingan dan komitmen terhadap kode etik sebagai pengawas pemilu yang memang bersifat mengikat serta wajib dipatuhi seluruh penyelenggara pemilu.

“Bertujuan menjaga kemandirian, integritas dan kredibilitas anggota pengawas pemilu,” tuturnya.

(kim)

Loading...

loading...

Feeds