BASMI: Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Sanitasi di Jabar

Wakil Ketua 1 DPP LSM BASMI, Jackson ST

Wakil Ketua 1 DPP LSM BASMI, Jackson ST

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dugaan korupsi pada kegiatan Sanitasi berbasis masyarkat (Sabermas) dan kegiatan Lanfill Compactor di Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Jabar tahun anggaran 2014, belum tersentuh aparat hukum baik Polda Jabar maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.


Padahal, pembuatan MCK di beberapa desa di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung yang dikerjakan oleh CV Berlian Jaya Rp 264.209.275 per MCK yang direncanakan konsultan PT Silcon Adilaras dan konsultan pengawas PT Reka Cipta Bina Semesta, terbilang mahal, sehingga patut diusut tuntas.

Desakan agar mega proyek ini diusut tuntas dilontarkan Wakil Ketua 1 DPP LSM BASMI, Jackson ST, di kantornya, Minggu (22/10).

Baca Juga:

Ini Penampakan Foto MCK yang Habiskan Anggaran Rp265 Juta

Sudah Nyaris 30 Tahun Warga di Pangalengan Ini Selalu Berebut MCK Setiap Harinya

“Saya rasa aparat penegak hukum Polda dan Kejati Jabar sudah bisa bergerak dan melakukan pengusutan, dari pemberitaan media ini. Tidak masuk akal sehat ketika kondisi bangunan MCK dianggarkan Rp 264.209.275,” tegas Jackson.

Bahkan, ia memastikan Sabermas yang merupakan proyek unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar ini berpotensi merugikan keuangan negara.

Dugaan korupsi diduga juga terjadi pada pengadaan Landfill Compactor di TPK Sarimukti (Paket PTSM-10) sebesar Rp 7.164.300.000, dengan surat perjanjian kontrak No.602.I/21.10.02/SP/BPSR/VII/2014 tanggal 8 Juli 2014 oleh penyedia jasa CV PMA.

Proyek Sabermas dan Landfill Compactor di Dinas Perumahan dan Pemukiman Jabar ditenggarai sarat korupsi. Karena itu, aparat penegak hukum didesak mengusut dua proyek unggulan Pemprov Jabar tersebut. Foto: man/mun

Kontrak tersebut, lanjut Jackson, dilakukan addendum sesuai kontrak No.602.I/467/ADD-OPTSM/BPSR/2014 tanggal 3 November 2014 dari 120 hari kalender menjadi 127 hari kalender, dari awal pelelangan Landfill Compactor di TPK Sarimukti (Paket PTSM-10) ada delapan perusahan yang mendaftar, tapi hanya ada tiga penawaran, yaitu CV DPA, CV PMA dan CV Ma.

Ketika dilakukan evaluasi teknis, dari ketiga peserta ini, CV PMA nilai penawaran Rp 7.187.224.000 dan CV Ma nilai penawaran Rp 7.164.300.000. Pemenang adalah CV PMA dengan berita acara hasil pelelangan No.08/PTSM-10/BPSR/Pokja Tim 21/2014 tanggal 24 Juni 2014.

Baca Juga:

Anggaran MCK Sabermas Selangit

Wuiih…MCK dan Pengelolaan Sampah Habiskan Rp 1,3 M

Selain itu, kata Jackson, PPK Landfill Compactor di TPK Sarimukti (Paket PTSM-10) tidak mencerminkan PPK yang berintegritas tinggi. Soalnya nilai HPS sebesar Rp 7.250.392.600 hanya berdasarkan price list dan tidak mencerminkan diskon yang diberikan oleh pihak distributor, pabrik atau pihak ketiga lainnya.

“Dan ada indikasi pengaturan dokumen penawaran antara peserta lelang dan keikutsertaan beberapa penyedia jasa yang berada dalam satu kendali,” beber Jackson.

(man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …