Walikota Cimahi Harus Berani buat Kebijakan Tidak Populer

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Arlan Sidha

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Arlan Sidha

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Arlan Sidha berharap, Walikota Cimahi Ajay M Priatna dan Wakil Waikota Ngatiyana berani melakukan terobosan baru terkait pembangunan dan infrastruktur.


“Pak Ajay saya harap tidak terlalu gaduh dalam membuat kebijakan tapi, berani melakukan terobosan dalam konteks pembangunan,” ujar Arlan.

BACA JUGA:

Horee… Masyarakat Cimahi Punya Walikota Baru

Ssttt… Walikota Baru Cimahi Buka Suara Soal Korupsi Eks Walkot Atty-Itoc

Terkait tata ruang, lanjut Arlan, janji Ajay menuntaskan banjir Melong perlu dibuktikan kepada masyarakat. Terlebih, jika dilihat dari tata ruang, wilayah kelurahan Melong, merupakan daerah Cimahi Selatan yang penduduknya super padat.

“Jadi pengaturan perairannya akan cukup menjadikan sebuah, pekerjaan yang tidak mudah bagi pemerintah. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat,” ujar warga asli Cimahi ini.

VIDEO Detik-detik Pelantikan Walikota-Wakil Walikota Cimahi Ajay-Ngatiyana di Gedung Sate

Selain itu, tambah Arlan, tuntutan penambahan ruang terbuka hijau pun harus dipenuhi. Terutama yang arus diperhatikan diperhatikan ketika berani mengambil kebijakan tidak populer, di antaranya tegas menghentikan pembangunan perumahan di Kawasan Bandung Utara (KBU).

“Yang jadi persoalan ruang terbuka di utara adalah izin pembangunan yang terus diberikan. Untuk itu, wilayah Cimahi Tengah dan Cimahi Selatan perlu dicari kebijakan juga agar menambah ruang terbuka,” tuturnya.

Sementara itu, permasalahan lainnya yang seakan-akan selalu mengahantui masyarakat terkait perekonomian harus menjadi perhatian utama.

Untuk pemenuhan kebutuhan lapangan kerja, diakui Arlan cukup sulit. Semestinya diupayakan bagaimana mendorong masyarakat membuka usaha melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Dengan demikian, tenaga kerja terserap bukan dari lapangan kerja padat karya tapi, menjadi wirausaha,” tuturnya.

Dalam membuat kebijakan, Arlan berharap Ajay bisa bekerjasama dengan legislatif dan birokrasi. “Hari pertama Ajay perlu melakukan terobosan sehingga  punya kepercayaan sebagai walikota dalam memimpin Kota Cimahi Baru,” tandasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds