Kearifan di Balik Tradisi Tenun Perempuan Suku Sasak

Gadis suku Sasak belajar tenun sejak usia dini

Gadis suku Sasak belajar tenun sejak usia dini

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perempuan suku Sasak sudah belajar menenun sejak usia dini. Setiap hari mereka dilatih duduk berjam-jam di belakang alat pemintal sampai mahir membuat kain tenun.


“Pertama kami belajar kain polos,” ujar salah seorang wanita Suku Sasak, Desa Sukarare Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok, Farida (28).

Farida mengaku, dirinya belajar menenun kain polos selama satu tahun hingga benar-benar mahir.

Belajar menenun awalnya sulit. Tetapi karena ketekunan ditambah dengan kuatnya tradisi suku Sasak, lama-kelamaan menenun jadi terasa mudah.

Setelah mahir membuat kain tenun polos, gadis suku Sasak diajarkan membuat kain tenun bermotif. Hingga pada akhirnya saat dewasa mereka terbiasa menenun selama sekitar 12 jam sehari.

Hal itu menjadikan menenun sebagai mata pencaharian.

Farida menjelaskan, filosofi belajar menenun untuk wanita suku Sasak sebagai media melatih rasa sabar. Diharapkan, kebiasaan menenun bisa menumbuhkan rasa sabar di dalam diri perempuan suku Sasak di saat membina rumah tangga.

Perempuan beranak dua ini mengatakan, untuk menghasilkan selembar kain tenun berukuran 4 meter persegi dibutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan.

“Sehari, kami menenun 12 jam, dan hanya menghasilkan 15 cm,” katanya.

Itulah kenapa harga kain tenun sangat mahal, antara Rp1 juta hingga Rp5 juta. Makin beda motif makin tinggi harganya. Bahan benang juga berpengaruh.

Kemahiran membuat kain tenun diakui Farida bisa membantu perekonomian keluarga.

Sedangkan ciri kain asli yang ditenun perempuan suku Sasak, Farida menjelaskan, yaitu memiliki sambungan di tengah. Yang menunjukan gabungan dari dua kain yang ukurannya lebih kecil, sehingga menghasilkan ukuran yang lebih sedang.

Namun sambungan itu tidak akan terlihat dari depan. Begitu juga dengan sambungan motifnya.

Loading...

loading...

Feeds

Tetap Waspada Mutasi Virus B117

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan virus mutasi terbaru yakni B117 belum sampai ke Kota Bandung, meski …

Kaum Perempuan di Bandung Suarakan Aspirasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Puluhan massa yang mengatasnamakan Simpul Puan (Simpul Pembebasan Perempuan) mengadakan aksi damai memperingati International Women’s Day (IWD) atau …

Warga Desa Batulawang Belum Direlokasi

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Pemerintah Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera merealisasikan rencana terbaik yang telah dikomunikasikan …

Pangdam Pimpin Serah Terima Jabatan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dalam mewariskan nilai-nilai Siliwangi sekaligus mengestafetkan misi tugas dalam membangun kebesaran dan kejayaannya, Kodam III/Siliwangi menggelar acara …

Ajak Perempuan Keluar Zona Nyaman

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Perempuan di Kabupaten Bandung Barat harus memiliki integritas, tangguh dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pasalnya, kesan …

Harus Aktifkan Koperasi di Sumedang

 POJOKBANDUNG.com, KOTA – Kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Sumedang Masa Bhakti 2021-2025 diharapkan mampu mengaktifkan dan menghidupkan kembali koperasi …

Belum Bisa Layani Semua Kecamatan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran kota Cimahi mengaku masih kewalahan untuk dapat melayani …

Vaksinasi Covid Telan Rp47 Miliar

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang mengungkap, di tahun anggaran 2021 ini, Pemda Subang mendapat …

Kompak Bantu Warga yang Isolasi

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Desa Jalancagak, Kaecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang memberikan bantuan bagi tetangga yang tengah menjalani isolasi mandiri di …

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …