Hobi Nulis? Majelis Sastra Bandung Bikin Lomba Esai Berhadiah 4 Juta, Loh

Majelis Sastra Bandung menggelar lomba menulis esai

Majelis Sastra Bandung menggelar lomba menulis esai

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menjelang ulang tahun yang ke-9, Majelis Sastra Bandung (MSB) kembali menggelar lomba. Kali ini lomba menulis esai dengan tema “Hubungan Komunitas Sastra dengan Pemerintah”.


Lomba ini berlaku untuk umum. Lomba dimulai 1 Oktober dan berakhir 25 November 2017.

Persaratan lomba: untuk seluruh warga negara Indonesia, memakai bahas Indonesia, jenis hurup Time New Roman (12), panjang 4 lembar kertas A4 atau 7.000 karakter. Pengiriman naskah ke email: [email protected]

“Meskipun pengiriman sampai tanggal 25 Nopember tapi bisa saja ditutup sebelum tanggal itu, jika sudah ada 100 orang pengirim,” kata Rois ‘Am Majelis Sastra Bandung, Matdon, melalui siaran persnya.

Penjurian akan berlangsung hingga awal Desember 2017. Sementara pengumuman pemenang tanggal 25 Januari 2018. Lomba ini menyiapkan hadiah total Rp4 juta rupiah.

Majelis Sastra Bandung menggelar lomba menulis esai

Matdon menjelaskan, tema “Hubungan Komunitas Sastra dengan Pemerintah” diangkat, lantaran selama ini kehidupan sastra terasa diabaikan oleh pemerintah, kalau ada acara acara tertentu paling hanya sebagai sisipan dalam rangkaian acara .

Padahal peran sastra memegang peranan penting bagi kehidupan sebuah kota, provinsi atau negara, sejak zaman pra-penjajahan hingga kini.

MSB sebagai komunitas sastra yang berkegiatan di Bandung mencoba mendobrak hal ini dengan prinsip udunan untuk setiap acara. Aktivitas rutinnya ialah “Pengajian Sastra” dengan cita-cita menggali kembali gairah para penyair muda, menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi yang pernah hidup beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Majelis Sastra Bandung Gelar Lomba Bikin Puisi, Tertarik Ikutan?

Ultah ke 7 Majelis Sastra Bandung Gelar Wayang Golek

Selamat! Ini Pemenang Lomba Menulis Puisi Ramadan Majelis Sastra Bandung

Pengajian Sastra MSB berlangsung rutin sebulan sekali. Tahun ini sudah memasuki pengaian sastra ke-90.

Pengajian Sastra berisi diskusi sastra dengan tema beragam, mulai  mengkaji ilmu dan pengetahuan tentang sastra yang di dalamnya meliputi puisi, novel, cerpen, teater, flm, musik dll.

Beberapa penyair “menghidupkan” Majelis ini mulai dari Acep Zamzam Noer, Afrizal Malna, Binhad Nurohmat, Ahmad Subbanudin Alwi, Hawe Setiawan, Soni Farid Maulana, Syafrina Noorman, Imam Abda, Ahda Imran, Irfan Hidayatullah, Eriyanti Nurmala Dewi, Nenden Lilis Aisyah, Septiawan Santana, Faisal Syahreza, Ahmad Faisal Imran, Yopi Setia Umbara, Herri Maja Kelana, Anwar Kholid, Zulfa Nasrullah, dan sejumlah sastrwaan nasional lainnya.

Dengan Moto/Tagline: Majelis Sastra Bandung, Ruang Sastra yang Sebenarnya, lahir sejumlah buku antologi dengan kesederhanaan yang sangat sederhana.

“Sehingga kami bisa berkata bahwa MSB adalah sebuah lembaga kebudayaan (khususnya sastra) nirlaba, mengembangkan kesenian, penerbitan, penelitian, dokumentasi, dan wadah kreativitas tanpa dipengaruhi partai politik,” ungkap Matdon.

Untuk diketahui, MSB merupakan komunitas yang berdiri 25 Janurai 2009. Didirikan oleh penggiat sastra seperti Dedy Koral, Aendra Medita, Hermana HMT, Hanief, Ayi Kurnia, dan Yusef Muldiyana.

(men/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds