Setnov Menang Praperadilan, Korupsi Berjamaah Semakin Mudah

POJOKBANDUNG.com- HAKIM Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar mengabulkan permohonan praperadilan Setya Novanto.


Dengan putusan tersebut, Cepi menanggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka tidak sesuai prosedur.

Baca juga:

Gila, Hakim Cepi Iskandar ‘Bunuh KPK’, Bebaskan Setya Novanto

Setya Novanto Lolos, Muncul Meme Godfather dan “Pengabdi Setyan”

DIrektur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, putusan praperadilan terhadap Setya Novanto bisa dilihat akan mempersulit koruptor untuk ditetapkan tersangka.

“Karena hakim memutusakan alat bukti yang digunakan sudah kadaluarsa, dan sudah digunakan dalam perkara sebelumnya,” ujar Ray dalam diskusi di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta, Sabtu (30/9).

Mangkir dari Panggilan KPK, Nurul Arifin Sebut Setya Novanto Berpenyakit Vertigo

Selain itu ungkap Ray, adanya putusan praperadilan Setya Novanto ini juga membuktikan bahwa orang semakin mudah dalam melakukan korupsi, asalkan itu dilakukan secara bersama-sama.

Sebab, alat bukti yang digunakan untuk menjerat Novanto telah digunakan oleh oleh mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan Sugiharto.

“Jadi ini akan mempermudah sebetulnya orang melakukan tindak pidana korupsi. Tapi jangan dilakukan sendiri,” katanya.‎

Sebelumnya, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar, memenangkan praperadilan yang diajukan tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP, Setya Novanto, terhadap KPK.

Cepi mengatakan penetapan tersangka kepada Novanto tidak sah. Tidak didasari prosedur dan tata cara yang ada.

Sementara segala penetapan yang dilakukan pemohon (KPK), kata Cepi, telah menyimpang. Sehingga dia memerintahkan penyidikan terhadap Setya Novanto dihentikan.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP pada 17 Juli 2017. KPK hingga hari ini telah menetapkan lima tersangka lainnya, yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus Narogong, Markus Nari, dan Anang Sugiana Sudihardjo. Dari semua tersangka, baru Irman dan Sugiharto yang sudah berstatus terpidana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Selatan.

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …