SeniBandung #1 Dimeriahkan “Ninja Cicadas” sampai “Wayang Jalanan”

Studiklub Teater Bandung mementaskan lakon Kereta Kencana di Gedung Rumentang Siang. Pertunjukan ini bagian dari festival SeniBandung#1. Foto: Iman H/pojokbandung.com

Studiklub Teater Bandung mementaskan lakon Kereta Kencana di Gedung Rumentang Siang. Pertunjukan ini bagian dari festival SeniBandung#1. Foto: Iman H/pojokbandung.com

POJOKBANDUNG.com – Festival SeniBandung#1 yang digelar bertepatan dengan HUT Bandung yang ke-207 terus menyajikan rangkaian acara menarik.


Hari ini, Kamis (28/9/2017), SeniBandung#1 diisi pembuatan film dokumenter tentang salah satu fenomena Robinhood di kota Bandung yang akan dikerjakan oleh komunitas Sekewood yang terdiri dari pemuda-pemudi RW 11, Sekepanjang, Cicadas, Bandung, bekerja sama dengan komunitas video, Sunday Screen.

Saat ini, tim kurator SeniBandung#1 sedang melaksanakan proses kurasi terhadap proyek film dokumenter yang mengolah tema “Ninja Cicadas” tersebut.

“Film dokumenter mengenai Ninja Cicadas ini penting diproduksi sedemikian rupa untuk diapresiasi bersama masyarakat,” kata Jajang Supriyadi, kurator dari Komite Seni Rupa SeniBandung#1 di Bandung, melalui siaran persnya.

Baca Juga:

Agenda Seni Bandung #1 Malam Ini: Balada, Jazz dan Drama dari Studiklub Teater Bandung. Nonton Yuk!

Pemkot Bandung Bakal Gelar Festival Seni Bandung Sebulan Penuh

“Namun yang lebih urgent justru bagaimana proses produksi dokumenter ini. Apakah warga setempat memiliki sudut pandang personal terhadap fenomena itu,” sambung dia.

Isu menarik lain adalah amatan terhadap posisi seni grafis hari ini dalam pergelaran SeniBandung#1. Persoalan seni grafis akan dikupas dalam kegiatan Presentasi dan Diskusi HUMPH; Zine Debutan Bandung yang akan berlangsung sore ini pukul 16.00 wib di Titik Temu Space, Jalan Gatot Subroto No.19F, Bandung.

Narasumber yang akan berbicara pada kegiatan tersebut adalah Jajang Supriyadi (Kurator Seni Rupa SeniBandung#1), Deden Erwin Suherman (Kolektor Zine) dan Idhar Resmadi (penulis/jurnalis).

HUMPH merupakan artist collective di Bandung yang berupaya merealisasikan gagasan-gagasan artistik melalui penjelajahan medium seni, yaitu seni grafis.

Zine sendiri hadir sebagai presentasi teks yang diproduksi dengan cetak offset kwmudian diimbuhi dengan teks warna pink fluorescent menggunakan teknik stensil hingga menjadi sebuah upaya pembacaan ulang atas struktur teks yang dihadirkan pada cetakan edisi terbatas itu.

Majalah edisi terbatas itu disajikan kepada publik dalam rangkaian acara pembukaan SeniBandung#1 pada Minggu (24/9/2017) di Dalem Kaum, Bandung.

Pertanyaan yang muncul kemudian apakah zine tersebut dapat dikatakan sebagai karya seni? Silahkan datang ke Titik Temu Space untuk menyimak perkara grafis yang diisukan oleh komunitas HUMPH.

Kesenian lainnya yang sudah berlangsung di SeniBandung#1 ialah partisipasi publik dalam pertunjukan ‘wayang jalanan’ yang diberi nama Wayang Monolog.

Wayang Monolog adalah pertunjukan wayang yang dikemas dengan cara mendekati publik di ruang publik. Atjep Hidayat memainkan lakon berjudul “Cepot Keliling Kota” dalam perhelatan Wayang Monolog.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …