HUT KAI ke-72, di Setiap Bangku Kereta Sudah Ada Colokan Listriknya

Kereta Api. Foto: kai.id

Kereta Api. Foto: kai.id

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tak lama lagi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan menginjak usia ke-72 tahun. Dari masa ke masa, banyak hal yang berubah dari perusahaan pengelola transportasi berbasis jalan rel ini.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, usia PT KAI sama dengan usia negeri ini ketika seminggu setelah proklamasi kemerdekaan, para pejuang berhasil merebut kereta api dari penjajahan Jepang.

Menurutnya, banyak hal yang telah berubah terutama dalam pelayananan sehingga kereta api sekarang semakin diminati masyarakat. Stasiun-stasiun semakin bersih dan nyaman lengkap dengan berbagai fasilitas penunjangnya.

Bahkan di Stasiun Bandung, ada bangku-bangku bertanda khusus yang sudah dilengkapi dengan fasilitas colokan listrik. Hal ini penting mengingat perkembangan zaman yang kian mobile.

Baca Juga: Pintu Perlintasan Kereta Api Kiaracondong dan Cimindi Akan Ditutup Permanen

“Di setiap bangku kereta pun sudah ada colokan listriknya bahkan di kereta ekonomi lokal yang tarifnya Rp 7.000,” ungkap Joni.

Bagian dalam kereta api. Foto: kai.id

Untuk kereta ekonomi yang dahulu terkesan kumuh dan berjubel, sekarang jauh lebih nyaman dengan pembatasan kapasitas penumpang.

“Tidak ada lagi istilahnya penumpang berjubel di lorong dan bahkan di toilet saat melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta ekonomi, sekarang kapasitasnya dibatas hanya 100% untuk memastikan kenyamanan melakukan perjalanan,” tambahnya.

Bahkan, jika dulu kereta ber-AC hanya identik dengan kelas eksekutif, maka sekarang semua kelas, termasuk KA Ekonomi, sudah berpendingin ruangan. Bahkan telah tersedia KA Ekonomi Premium dengan rute Bandung–Jakarta PP.

“Nah, kereta api ekonomi premium ini interiornya sudah seperti kereta eksekutif lengkap dengan layar televisi di setiap gerbongnya. Bangkunya pun sudah reclining,” tambah Joni.

Untuk memeriahkan HUT PT KAI yang jatuh 28 September 2017, PT KAI Daop 2 melakukan berbagai kegiatan di antaranya dengan bersama-sama berjalan kaki untuk membersihkan jalur kereta api dari Stasiun Kiaracondong sampai dengan Stasiun Cikudapateuh.

Kegiatan berjalan kaki ini sudah sering dilakukan pula untuk memeriksa kondisi prasarana di lintas termasuk jembatan-jembatan yang tinggi.

“Kita berjalan kaki mengecek kondisi rel, terowongan, persinyalan, dan jembatan. Bahkan sering juga dilakukan bersama Direksi PT KAI,” jelasnya.

Bagaimanapun, keselamatan adalah hal paling utama dalam bisnis transportasi. Ada kegiatan rutin yang dilakukan untuk tetap menjaga kehandalan prasarana demi terciptanya zero accident yaitu Gerakan Memeriksa Merawat dan Memperbaiki Prasarana (Gempar) Jalan Rel dan Jembatan serta Sinyal Telekomunikasi dan Listrik.

Hal ini sejalan dengan motto perusahaan dalam hal keselamatan yaitu “Everyday Is Safety Day, Safety Has No Holiday”.

Baca Juga:

Tarif Kereta Api Ekonomi Bersubsidi Batal Naik

Tiga Ekor Lutung dari Inggris Naik Kereta Api Bandung-Malang, Siap Melawan Kepunahan

Selain hal yang berkaitan dengan keselamatan, PT KAI pun memberikan hiburan kepada karyawan dan keluarganya melalui Family Carnival Day yang sudah dilaksanakan pada tanggal 24 September.

Bahkan jauh sebelumnya, dilaksanakan pula lomba foto tentang perkeretaapian yang bisa diikuti masyarakat umum. Khusus untuk Daop 2, akan digelar acara Senam Bersama pada tanggal 29 September lengkap dengan doorprize dan hiburan bagi karyawan.

Joni berharap, di usianya yang ke-72, PT KAI akan semakin maju dalam melayani masyarakat.

(pit)

loading...

Feeds

Tiga Calon Sekda KBB Siap Bersaing

Panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengumumkan tiga peserta terbaik yang akan menduduki Jabatan Sekretaris …