DPD Golkar Jabar Bakal Usut SK Bodong Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait surat keputusan (SK) palsu yang berisi pengusungan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar 2018-2023 dari DPP Partai Golkar.


Dedi menegaskan bahwa, dirinya tak akan menyerah untuk maju di Pilgub Jabar, mengingat mayoritas kader Golkar Jawa Barat telah menyatakan dukungannya terhadapnya untuk dicalonkan.

BACA JUGA:

Kesal, Dedi Mulyadi Blak-blakan Soal Mahar Rp10 Miliar

Kader Golkar Jabar Berang, Kumpulkan Koin Receh untuk DPP

Dedi mengatakan, pihaknya akan melakukan ikhtiar dengan melakukan kajian politik secara menyeluruh mengenai partai Golkar. Mengingat belakangan ini, dukungan suara untuk Golkar secara nasional cenderung menurun, tetapi meningkat di level Jawa Barat.

Inilah Salah Satu Poster Unjuk Rasa Golkar Jabar‎ Protes SK Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien

“Di Jabar mengalami tren kenaikan, itu kan sebuah paradoks dalam politik Golkar saat ini,” ujar Dedi usai rapat konsolidasi Partai Golkar Provinsi dan Kabupaten-Kota, di Bandung, Selasa (26/9/2017).

Sehingga, lanjut Dedi, pihaknya enggan melontarkan pernyataan subjektif, atau atas dasar ambisi pribadi terkait pengusungan bakal calon gubernur oleh DPP Partai Golkar.

Maka, Dedi pun meminta lembaga survei CSIS untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan obyektif sesuai kenyataan yang terjadi di lapangan, sebenarnya figur mana yang paling layak untuk direkomendasikan DPP Golkar sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat.

“Nah, seluruh pernyataan itu akan menjadi bagian otokritik dari partai Golkar, sehingga nanti DPD Golkar Jabar akan merekomendasikan itu sebagai bahan perbaikan ke DPP,” papar Dedi.

Dedi mengatakan, pihaknya akan menuntaskan kasus SK “bodong”, dan ia menyatakan, itu bukanlah kehendaknya secara personal, melainkan institusi DPD Partai Golkar Jabar. Pengusutan SK, dikatakannya, demi menjaga marwah partai serta kredibilitas partai Golkar di mata publik. “Tentunya ini harus diselesaikan,” tegas Dedi.

(atp/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds