Lihatlah Spanduk Ini, Sopir Angkot Cimahi Serius Tolak Transportasi Online

Spanduk bernada penolakan terhadap taksi online yang terpampang di Jalan Ibu Ganirah, RT 5/5, Kel. Cibeber, Kec. Cimahi Selatan. (Gatot Pudji)

Spanduk bernada penolakan terhadap taksi online yang terpampang di Jalan Ibu Ganirah, RT 5/5, Kel. Cibeber, Kec. Cimahi Selatan. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Penolakan keberadaan angkutan online di jalur trayek Pasar Antri-Cibeber dan Contong-Cibeber di wilayah Cimahi Selatan, nampaknya memang serius.


Dengan mengatasnamakan Pengurus Kelompok Kerja Unit (KKU) Angkutan Umum Pasar Antri-Contong-Cibeber, mereka memasang spanduk di Jalan Ibu Ganirah, RT 5/5, Kel. Cibeber, Kec. Cimahi Selatan yang merupakan trayek mereka.

Baca Juga: Ratusan Sopir Angkot Cimahi Turun ke Jalan, Minta Angkutan Online Dibatasi

Dalam spanduk yang dibentangkan itu tertulis “Kami pengusaha dan pengemudi jalur trayek Pasar Antri-Cibeber-Contong-Cibeber menolak adanya taxi berbasis aplikasi masuk di jalur trayek Pasar Antri-Contong-Cibeber”.

Ketua KKU angkot Cibeber – Contong – Cimahi (Pasar Antri) Amrulloh, mengatakan spanduk tersebut sengaja dipasang sebagai bentuk penolakan teradap keberadaan angkutan berbasis online yang beroperasi di jalur trayek angkotnya. “Kita ingin jalur angkot ini steril dari taksi online,” tegasnya.

Menurutnya, apabila di jalur trayeknya masih ada angkutan online akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Terlebih, ¬†trayek jalan Cibeber hanya mempunyai jarak 4 kilometer saja. “Ini kan jalan kampung, jaraknya juga pendek. Jadi saya harap jangan beroperasi di jalan ini,” katanya.

Dengan adanya penolakan terhadap angkutan online tersebut, tentunya dapat berpotensi menimbulkan gesekan pada kedua belah pihak, baik angkutan online maupun konvensional.

Menurut Ketua Unit Kerja Khusus Kobanter Baru Jawa Barat, Akbar Ginanjar, gesekan di lapangan terjadi akibat dicabutnya Permenhub No. 26/2017 tentang Penyelenggara Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek oleh Mahkamah Agung.

“Gesekan di lapangan karena belum ada aturan soal angkutan online yang mengikat,” ujarnya.

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …