Sering Benturkan Kepala, Bocah Perempuan Ini Terpaksa Harus Dipasung

Kondisi Bunga Gusmiar Alwi (9) yang terikat di kursi. Foto: Ist

Kondisi Bunga Gusmiar Alwi (9) yang terikat di kursi. Foto: Ist

POJOKBANDUNG.com – Enam tahun sudah bocah perempuan berinisial  Bunga Gusmiar Alwi (9) asal Kampung Cisarua, RT 03/03, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi tak beranjak dari kursi di rumahnya.


Sang ibu, Sumarni (48), sengaja mengikat anak kesayangannya itu karena penyakit aneh. Pasungan ini dilakukan karena Bunga kerap membenturkan kepalanya sendiri ke lantai rumah.

Karena keterbatasan biaya untuk menjalani perawatan medis, Bunga terpaksa harus diikat pada kursi yang sengaja dibuat oleh kedua orang tuanya, Sumarni dan Furqon.

Penyakit yang diderita Bunga, diketahui Sumarni saat anaknya berusia tiga tahun. Saat itu, anaknya juga belum bisa berjalan dan berbicara.

“Dulu Bunga sempat ke rumah sakit, bahkan menjalani pengobatan terapi juga. Tapi, ia tak kunjung sembuh hingga akhirnya kami tidak lagi mempunyai biaya untuk meneruskan brobat,” kata Sumarni kepada Radar Sukabumi (grup pojobandung.com), Selasa (20/9/17) lalu.

Selang beberapa tahun pasca-menjalani pengobatan, kondisi Bunga tidak membaik. Bahkan, ia kerap membenturkan kepalanya ke lantai. Karena itulah orang tua memilih mengikat Bunga.

Hingga kini, orang tua Bunga kebingungan untuk melanjutkan pengobatan karena terbentur biaya. Yang mengkhawatirkan, Bunga tidak terdaftar sebagai pemegang kartu jaminan sosial.

“Pihak desa, puskesmas tahu kondisi Bunga, tapi belum pernah ke sini. Saya hanya berharap ingin mengetahui jelas penyakit yang diderita Bunga,” imbuhnya.

(radar sukabumi/Cr15/t)

Loading...

loading...

Feeds