Simak, 6 Seruan MUI di Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 2017

Ratusan warga melakukan pawai obor memperingati Tahun Baru Islam di jalan Raya Ccimindi Kota Cimahi, Rabu malam (20/9/2017). Foto: Ramdhani

Ratusan warga melakukan pawai obor memperingati Tahun Baru Islam di jalan Raya Ccimindi Kota Cimahi, Rabu malam (20/9/2017). Foto: Ramdhani

POJOKBANDUNG.com- MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan enam seruan dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah.


Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, hendaknya dengan momen pergantian tahun ini bisa lebih mengokohkan umat Islam.

BACA JUGA:

Perlukah Fatwa MUI Soal PKI?

Tragedi Rohingya, MUI Keluarkan 4 Sikap Tegas

Berikut enam seruan MUI:

1.MUI mengimbau kepada kaum muslimin untuk menjadikan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1439 H sebagai momentum kebangkitan spiritual berdasarkan iman, ilmu dan amal saleh guna mewujudkan kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial demi terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa.

Dana Haji Mau Dipakai untuk Pembangunan Infrastruktur, Boleh Tidak Menurut MUI?

2.MUI menyerukan kepada kaum muslimin agar memasuki Tahun Baru 1439 H dengan penuh keimanan, ketakwaan dan keikhlasan serta senantiasa mengharap ridho Allah SWT dalam suasana hati yang sejuk, tenang dan damai seraya berdoa semoga di tahun 1439 H ini bisa meningkatkan amal kebajikan agar dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara.

3.MUI menyerukan kepada kaum muslimin untuk mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun) dan bersikap adil (i’tidal) dalam menjalankan ajaran agama agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furu’iyyat) dalam menjalankan ajaran agama. Demi mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyyah) yang hakiki untuk menuju persatuan umat dan bangsa.

4.MUI mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan toleransi dan wawasan kebhinnekaan sejati. Menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, saling mencintai dan saling menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah). Hal ini dilakukan dalam rangka memelihara keamanan negara dan kerukunan bangsa.

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …