Terlunta-lunta, Jamaah Umrah Asal Bandung Adukan Travel ke Polisi

H Anwar ditemani anaknya saat memberikan keterangan seputar peristiwa yang dialaminya. (ist)

H Anwar ditemani anaknya saat memberikan keterangan seputar peristiwa yang dialaminya. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Dengan dicabutnya izin first travel sebagai penyelenggara umrah dan disita asset-nya diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi travel `nakal` lainnya.


Hampir selama dua tahun H. Anwar memperjuangkan nasibnya. Namun tak juga menemukan titik terang.

Travel PT Isya Nurul Baqi Brawijaya Utama yang memberangkatkan umrah bersama anak cucunya diduga tidak menepati janji sebagaimana yang ditawarkan.

Dihadapan media elektronik, cetak dan online, Anwar mengutarakan kekecewaannya, sebab alih-alih dapat menikmati perjalanan ibadah yang penuh hikmah dan nyaman sesuai jumlah biaya yang cukup besar yang harus dikeluarkannya.

“Saya itu dijanjikan ibu Fianne (pemilik travel)) untuk berangkat umrah  sekalian jalan-jalan ke Kordoba dengan membayar sekitar Rp 60  jutaan  perorang. Saya bersama delapan orang keluarga membayar Rp 480 juta,” ungkap warga Bandung ini.

“Namun saat akan berangkat untuk pengurusan visa, sehari sebelumnya orang yang berangkat bersama saya sudah berangkat semua. Untuk itu saya meminta uang saya dikembalikan. Namun saya ditawari lagi untuk  umrah dan karena niat saya untuk ibadah maka saya mau, namun kembali kami kecewa karena tidak sesuai dengan jumlah uang yang saya keluarkan dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan, bahkan sampai terkatung-katung kami di sana,” timpalnya.

Dihadapan media, Anwar membeberkan beberapa bukti ketidaksesuaian janji travel dengan kenyataan yang diterimanya. “Dalam penawarannya kita dijanjikan umrah dan pulangnya ke Spanyol untuk member,” sebutnya.

Anwar mengutarakan, dirinya sudah melaporkan kejadian yang dialaminya ini kepada pihak Kepolisian, namun, dikatakannya, belum ada tindaklanjut.

RadarBandung (Pojokbandung.com Group) sempat dua kali mencoba mengkonfirmasi persoalan ini ke kantor travel yang berada di kawasan Ciputat Timur Tangerang Selatan ini.

Saat coba dikonfirmasi karyawan yang mengaku bernama Desi mengatakan pemilik travel ibu Fianne sedang tidak berada ditempat, namun menjanjikan untuk meneruskan konfirmasi.

Dan ketika dihubungi untuk yang kedua kalinya, pihak travel mengaku persoalan ini sudah ditangani oleh pihak pengacara.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …