Ratusan Ribu Warga Bandung Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Warga beraktivitas di pemukiman kumuh di samping Sungai Cikapundung, Bandung. FOTO ILUSTRASI: RIANA  SETIAWAN

Warga beraktivitas di pemukiman kumuh di samping Sungai Cikapundung, Bandung. FOTO ILUSTRASI: RIANA SETIAWAN

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mencatat jumlah warga miskin di Kota Bandung berdasarkan hasil survei 2016 sekitar 107 ribu warga atau 4,32 persen dari total penduduk 2,490,622 jiwa.


Angka itu merupakan estimasi sample dari ribuan responden di 30 kecamatan di Kota Bandung.

BPS Kota Bandung menentukan warga miskin berdasarkan golongan pengeluaran konsumsi yang telah ditetapkan yang kemudian disebut garis kemiskinan.

Artinya, warga yang berada di bawah garis kemiskinan, jumlah pengeluaran perkapitanya (orang) dalam satu bulan tidak lebih dari Rp 400.541.

Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kota Bandung Sidik Edi Sutopo mengutarakan, untuk merumuskan warga dibawah garis kemiskinan dilakukan dua metode pendekatan.

Pertama dari pola konsumsi. Artinya, berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap orang dalam satu bulan hanya untuk keperluan makanan. “Kami lihat dalam satu bulan menghabiskan berapa liter beras, sayuran apa saja, lauk-pauknya apa saja, bahkan bertanya jika mereka membeli makanan jadi, berapa biaya yang harus dikeluarkan, termasuk uang jajan berapa,” ucapnya.

Sidik melanjutkan, metode kedua dilihat dari pola konsumsi non makanan. Misalnya, berapa biaya yang dikeluarkan setiap orang untuk kebutuhan sehari-hari, seperti biaya transportasi, membeli peralatan dapur, biaya komunikasi, biaya pendidikan dan biaya perbaikan rumah/ kendaraan.

Sidik mengungkapkan, metode survei dengan pola konsumsi digunakan bukan tanpa sebab. Alasannya, jika mengacu metode gaji, hasilnya akan dibawah rata-rata.

Contohnya, bila tukang becak ditanya soal pendapatan per bulan maka jawabannya pasti hasil total mengayuh becak. Padahal, ‘tips’ lebih dari penumpang dan pemberian sesuatu teman atau kerabat itu termasuk pendapatan.

Loading...

loading...

Feeds

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …