Anaknya Jadi Korban Duel di Sekolah, Sang Ibu Akhirnya Rela Anaknya Diautopsi

Maria memperlihatkan foto anaknya, Hilarius Christian Event Raharjo

Maria memperlihatkan foto anaknya, Hilarius Christian Event Raharjo

POJOKBANDUNG.com – Kepolisian Sektor Bogor Utara bakal mengusut kasus kematian siswa Bogor, Hilarius Christian Event Raharjo. Hilarius menjadi korban kekerasan di sekolahnya.


Polisi telah mendatangi kediaman almarhum Hilarius di kawasan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (15/9/2017), kemarin.

Kapolsek Bogor Utara Kompol Wawan Wahyudin mengatakan, kasus kekerasan yang merenggut nyawa siswa SMA Budi Mulia itu terjadi pada 29 Januari 2016. Saat itu, pihak keluarga korban menolak autopsi sehingga kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

Setahun berselang, Ibunda almarhum, Maria Agnes, mengangkat kembali peristiwa maut itu di media sosial. Maria mengalamatkan curhatannya itu kepada Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:

Jawa Barat Duduki Rangking Ketiga Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Survei Instrat: Mayoritas Warga Jabar Tidak Setuju Tindak Kekerasan Atas Nama Agama

Kemarin, setelah diberi penjelasan oleh polisi, keluarga korban akhirnya bersedia jasad Hilarius diautopsi.

Sejauh ini, kata Wawan, penyidik sudah memeriksa 13 saksi tapi belum menetapkan tersangka. “Total ada 13 orang yang diperiksa,” kata dia.

Saksi yang diperiksa baik dari siswa SMA Budi Mulia maupun SMA Mardi Yuana, yang saat itu melihat kejadian.

Maria pun sempat mencurahkan keluh kesahnya kepada pewarta. Menurut dia, semua orang pasti mengerti apa yang dilakukannya sebagai aksi seorang ibu, mengapa sebelumnya ia menolak autopsi jasad putra kesayangannya itu.

Maria mengatakan, selain autopsi, ada bukti berupa surat pengakuan beberapa terduga pelaku yang bisa digunakan polisi untuk mengusut kasus ini.

“Ada cerita bagaimana anak saya diperlakukan. Lalu kenapa harus diautopsi, anak saya sudah cukup menderita,” ungkapnya.

Maria sedari awal tidak melapor karena tak rela tubuh anaknya diautopsi. Tapi lantaran menjadi pemberitaan media dan polisi datang ke rumahnya, ia pun menghormati para penegak hukum.

“Kalau soal diselesaikan secara kekeluargaan, itu suami saya saja yang bilang nanti, takut salah ngomong. Hitam di atas putih soal kekeluargaan, enggak ada kayak gitu,” tandasnya.

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Pemprov Alokasikan Perbaikan 150 Rumah Rusak

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kerusakan rumah warga akibat bencana banjir di Kabupaten Bekasi mulai diinventarisasi agar bisa segera diperbaiki. Pemerintah Daerah …