Waspadalah! Pelanggar Lalu Lintas di Lokasi Ini Bakal Diteriaki

ATCS Dishub Kota Bandung. Foto: Twitter Dishub Kota Bandung

ATCS Dishub Kota Bandung. Foto: Twitter Dishub Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memasang e-cctv yang dilengkapi pengeras suara. Tujuannya, sebagai sarana edukasi bagi warga agar taat aturan.


“Jadi kalau ada pelanggaran di satu titik yang melakukan pelanggaran, ‎akan langsung ditegur (melalui pengerah suara),” kata Kasie Menejemen Transportasi Dishub Kota Bandung, Sultoni, kepada wartawan, baru-baru ini.

E-CCTV tersebut tersambung langsung ke Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan (Area Traffic Control System/ATCS). Sehingga petugas ATCS bisa langsung menegur dari kantor, dan terdengar langsung di TKP pelanggaran lalu lintas.

Baca Juga:

Wacana E-Retribusi Cegah Pungli Dishub Kota Bandung

Dishub Kota Bandung Gelar Uji Emisi, Begini Hasilnya

E-CCTV diujicobakan sejak Selasa (12/9/2017). Lewat sistem ini, ada teguran langsung terhadap pengguna kendaraan yang bandel.

Program tersebut terwujud berdasarkan ide relawan dan warga untuk menjadikan Bandung lebih baik dan tertib.

Untuk itu, Dishub Kota Bandung menyiapkan 115 CCTV yang terpasang di‎ 40 titik. Hingga saat ini baru 10 titik yang terkoneksi langsung di ACTS.

Titik-titik yang aktif itu di antaranya di perempatan Jalan Merdeka-Jalan Aceh, Jalan Trunojoyo, Jalan Banda, Jalan Pahlawan dan Jalan Cibaduyut.

Untuk menjalankan program tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan 10 orang operator yang dibagi tiga regu, dengan 2 sift pagi dan sore.

Pembagian dua sift dilakukan karena waktu tersibuk dalam sehari ada dua momen, yaitu pagi dan sore.

Baca Juga:

Besok, Kendaraan Dinas Dishub Kota Bandung Gantikan Angkot, Ini Jadwal dan Rutenya

Sopir Taksi Siap Demo, Ini Imbauan Dishub Kota Bandung

Untuk pengadaan ini, Dishub Kota Bandung menyiapkan alokasi dana Rp250 juta. ‎

Dihubungi terpisah, Kepala Dishub Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan program ini sebagai edukasi. Mengenai tilang, pihaknya akan kerja sama dengan kepolisian.

“Nanti kalau pihak kepolisian sudah mau melakukan kerjasama, baru akan ada proses tilang,” terang Didi Ruswandi.

(mur)‎

Loading...

loading...

Feeds