Intip Kecanggihan Robot Pandai Menari Buatan Mahasiswa ITB

Tim Robot ITB. Foto: itb.ac.id

Tim Robot ITB. Foto: itb.ac.id

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Jika umumnya robot dibuat untuk melakukan sebuah pekerjaan atau membantu manusia dalam melakukan sesuatu, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dari tim Dago Concordia membuat sesuatu yang berbeda.


Tim yang beranggotakan Adi Sutowijoyo, Megah Derlian S, Hasna Shalihah, Fathur Ichwanuttaqwa, Farida Sunar Primastuti, Dzar Bela H, Furqon Aji Y, Chessa Nur, Bernard Renardi, Khayima Arnisti, Kavita Nur F, Yunisa Rahmah, Anggi Jasmine dan Muhammad Daud membuat robot menari.

Ketua Lembaga Kemahasiswaan (LK) ITB, Eng Sandro Mihradi menuturkan, robot tersebut pernah diikutsertakan dalam Kompetisi Robot Indonesia (KRI) 2017.

Baca Juga:

Hebat! Robot Pembantu Petani Buatan SMKN 2 Cimahi Juara di Jepang

Dunia Bakal Dikuasai Mesin, Namun Riset Robot Indonesia Minim

“Ini adala robot pertama yang dibuat oleh tim Dago Concordia,” jelasnya melalui pesan singkat, Kamis (14/9/2017).

Ia menuturkan, pada Kompetisi Robot Indonesia 2017 itu pihaknya pengembangan robot tari yang dimulai dari nol.

“Tema KRI 2017 untuk kategori Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) yakni tarian Gending Sriwijaya. Gerakan tari tersebut cukup kompleks, sehingga kami cukup kesulitan dalam pengaturan gerakan robotnya agar bisa lebih sesuai,” bebernya.

Robot yang termasuk dalam jenis robot Humanoid (menyerupai manusia) ini memiliki keunikan, khususnya dalam tingkat derajat kebebasan gerakan.

Menurutnya, jika umumnya robot humanoid memiliki derajat kebebasan sebanyak kurang lebih 20 namun, pada robot tari ini derajat kebebasannya bisa mencapai 26 gerakan.

Baca Juga: Pertarungan Robot Tingkat Nasional di UPI Bandung, Ini Hasil Lengkapnya

Robot yang dinamai Masayu dan Nimas ini pun memiliki sensor suara yang cukup sensitif. Sehingga ketika panitia menyetel musik, maka kedua robot berwajah ayu itu langsung melakukan gerakan khas Gending Sriwijaya.

“Untuk penilaian kompetisinya, robot harus secara otomatis bergerak saat diperdengarkan musik. Dan berhenti saat musik dimatikan. Penilaian lainnya, yakni soal sinkronisasi gerakan robot dan musik khas tari Gending Sriwijaya,” katanya.

“Robot juga harus mampu melakukan gerakan tertentu di area yang ditentukan panitia,” tambahnya.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …