Haru, Suasana Pemakaman Imam Taufik, Petugas Damkar Bandung yang Meninggal setelah Kritis 4 Hari

Anggota Damkar Kota Bandung saat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Imam, di TPU Kandang Uncal, Jalan Margaluyu Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. (Gatot Pudji)‎

Anggota Damkar Kota Bandung saat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Imam, di TPU Kandang Uncal, Jalan Margaluyu Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. (Gatot Pudji)‎

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Meninggalnya Imam Taufik Hidayat (33), petugas UPD Damkar Kota Bandung, yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.


Imam menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hasan Sadikin Kota Bandung, Jumat (15/9) sekitar pukul 05.00 Wib. Jenazah Imam dimakamkan di TPU Kandang Uncal, Jalan Margaluyu Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi pukul 09.00 Wib.

BACA JUGA:

Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kembali Kehilangan Personel

Dua Minggu sebelum Celaka, Pahlawan Pemadam Api Trisna Supriatna Baru Dikaruniai Bayi

Di lokasi pemakaman, suasana haru menyelimuti keluarga dan kerabat korban. Saat jenazah diturunkan ke liang lahat, isak tangis mewarnai suasana pemakaman. Bahkan sang istri, Triyanti (33) yang tak kuasa menahan kesedihan beberapa kali pingsan di lokasi pemakaman.

Sementara anak semata wayangnya, Shyla Anggraini Putri (9) seolah tak percaya ayahnya akan meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Rekan Pemadam Kebakaran yang Celaka Saat Bertugas, Bercita-cita Diangkat PNS

Petugas Damkar Bandung Gugur Tertimpa Beton yang Terbakar

Seperti diketahui, Imam yang merupakan petugas UPD Damkar Kota Bandung, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Shyla menangis histeris saat pemakaman sang ayah, Imam Taufik Hidayat (33).

Imam tertimpa reruntuhan bangunan bersama rekannya almarhum Trisna Supriatna saat melakukan pemadaman di pabrik tekstil Jalan Andul Haris Nasution Sindanglaya Arcamanik Kota Bandung, Senin (11/9). Sebelum meninggal dunia, Imam sempat mengalami koma selama empat hari.

“Saya enggak nyangka kakak (Imam) akan meninggal saat bekerja. Da teu aya kila-kila (tidak ada tanda-tanda) sebelumnya,” ujar adik kandung Imam, Irma (24) usai pemakaman.

Sebelum meninggal dunia, ia mengatakan, almarhum sempat berjanji kepada anaknya Shyla akan mengajak keliling kota naik mobil Damkar. “Rencananya minggu depan kakak saya ngajak Shyla keliling pakai mobil pemadam. Saat itu Shyla senang mau naik mobil Damkar,” ucapnya.

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …