PKB Pergi, Poros Demokrat-PPP-PAN Tetap Jalan, tapi…

Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin (pegang mic) bersama para petinggi parpol Jawa Barat, termasuk Ketua DPD Partai Gerindra, Mulyadi. FOTO: ATEP KURNIAWAN/POJOKBANDUNG

Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin (pegang mic) bersama para petinggi parpol Jawa Barat, termasuk Ketua DPD Partai Gerindra, Mulyadi. FOTO: ATEP KURNIAWAN/POJOKBANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Diam-diam, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya bersepakat menjalin koalisi di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.


Tiga ketua partai, Hasbullah Rahmad (PAN), Ade Munawaroh (PPP) dan Iwan Sulandjana (Demokrat) bertemu dalam kesepakatan koalisi tersebut di Kantor DPW PAN Jawa Barat, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Jumat (8/9/2017) malam.

Akhir bulan lalu, ketiga partai ini, ditambah PKB, Hanura dan Partai Gerindra melakukan pertemuan yang sama ke arah pembentukan poros baru, di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung.

Namun kali ini hanya tiga partai yang melanjutkan kesepakatan setelah PKB bermanuver ke Partai NasDem, dan Hanura merapat ke Golkar, dan Gerindra dengan PKS.

Baca Juga:

Pilgub Jabar: PKB Usung Ridwan Kamil, PPP: Poros Baru Belum Bicara Figur

Poros Baru Pilgub Jabar Bakal Kembali Bertemu

“Poros ini tetap berjalan dan kita sudah diketahui DPP masing-masing,” klaim dari Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Iwan Sulandjana seusai pertemuan.

Menurutnya, poros tiga partai dengan akumulasi 25 kursi ‎di DPRD Jawa Barat ini, melanjutkan kesepakatan dengan mencari kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung di luar tiga nama kandidat yang sudah kerap digadang-gadang akan maju, yakni Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi.

“Figur di Jawa Barat itu masih banyak. Makanya kita bersepakat membuat wadah yang bisa dipakai siapa saja, yang menurut kriteria kita pantas untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur. Kesempatan dibuka lebar,” papar Iwan.

Kendati begitu, koalisi tiga partai tersebut masih semu, belum resmi di atas perjanjian secara tertulis.

Menurut Iwan dan Hasbullah, dalam draft perjanjian kerjasama masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, baik poin-poin terkait pemilihan level gubernur maupun pilkada 16 kabupaten‎ kota di Jawa Barat.

Loading...

loading...

Feeds