Jurnalis Dipolisikan Kader Repdem, YLBHI Menduga Bukan Atas Perintah Megawati

Keterangan pers di kantor YLBHI terkait kriminalisasi terhadap  Jurnalis senior Dandhy Dwi Laksono. (elfany Kurniawan/JawaPos.com)

Keterangan pers di kantor YLBHI terkait kriminalisasi terhadap Jurnalis senior Dandhy Dwi Laksono. (elfany Kurniawan/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com – Jurnalis senior Dandhy Dwi Laksono dilaporkan ke polisi oleh Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur. Laporan terkait artikel Dandhy yang dianggap kader sayap PDIP itu berisi ujaran kebencian terhadap Megawati Soekarnoputri.


Atas hal itu, Ketua Yayasan lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati meminta Ketua Umum PDI Perjuangan itu segera bersikap. Asfinawati menduga laporan itu bukanlah atas perintah Megawati langsung.

Dia juga menyebut bila, pelaporan terhadap Dandhy tak sejalan dengan semangat PDIP yang selalu didengung-dengungkan ke masyarakat.

“Jadi kami masih berbaik sangka bahwa hal ini tidak diperintahkan Megawati. Karena kalau diperintahkan harusnya ada surat kuasa,” kata Asfi di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2017).

Baca Juga:

Dilaporkan ke Polisi Soal Tulisan “SUU KYI dan MEGAWATI”, Begini Respons Jurnalis Dandhy Dwi Laksono

Ini Tulisan “SUU KYI dan MEGAWATI” Dandhy Dwi Laksono yang Dilaporkan ke Polisi 

Dilaporkan ke Polisi Soal Tulisan “SUU KYI dan MEGAWATI”, Begini Respons Jurnalis Dandhy Dwi Laksono 

“Kami meminta kepada beliau untuk memberikan arahan kepada kadernya untuk menghentikan tindakan-tindakan seperti ini,” lanjutnya.

Dia menambahkan, tulisan yang disampaikan Dandhy melalui laman Facebook adalah bentuk kritik yang dijamin oleh konstitusi. Asfi mengatakan, demokrasi tidak bisa didirikan di atas pembungkaman kebebasan berpendapat dan berekspresi.

“Kami mau menyapaikan bahwa laporan kepada Dandhy yang juga menimpa banyak orang bertentangan dengan semangat demokrasi,” ujarnya.

Selain itu, penghinaan merupakan terminologi untuk wilayah privat. Sehingga pejabat publik, Ketua Partai, dan Pemerintah harus menerima kritik sebagai bentuk masukan. Bukan justru mempolisikan orang yang melayangkan kritik.

“Apa yang dilakukan Dandhy merupakan upaya memperbaiki negara. Itu merupakan kritik yang seharusnya tidak dianggap sebagai penghinaan,” tegas dia.

Loading...

loading...

Feeds