Nah Lho… Organda Cimahi Ancam Gelar Mogok Massal. Ada Apa?

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI– Rencana penutupan perlintasan sebidang rel Kereta Api di Cimindi Kota Cimahi oleh PT KAI Daop II Bandung, menuai polemik.


Protes terhadap rencana tersebut seperti dilontarkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Cimahi.

Ketua Organda Cimahi, Dida Suprinda mengutarakan, apabila perlintasan KA di Cimindi ditutup maka akan ada dampak yang kurang baik. Misalnya, mematikan roda perekonomian para pengemudi angkot, dan tentunya hambatan arus lalu lintas akan terjadi.

Selain itu, penumpang akan jadi korban. Sebab, dengan ditutupnya perlintasan tersebut, penumpang yang hendak menuju Kota Bandung harus berjalan terlebih dahulu dengan jarak yang tidak dekat.

Bahkan, Organda Cimahi pun menilai apa yang akan dilakukan PT KAI itu termasuk tindakan arogan. “Mereka tidak memikirkan kebutuhan masyarakat banyak. Mereka sepertinya hanya memikirkan kepentingannya sendiri,” ungkap Ketua Organda Cimahi, Dida Suprinda, Minggu (3/9).

Menurut Dida, sebelum PT KAI dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan memutuskan penutupan perlintasan rel tersebut, harusnya memikirkan dulu dampak dan solusinya. “Jangan hanya main tutup aja,” protesnya.

Ia menegaskan, jika perlintasan kereta api Cimindi tetap ditutup, pihaknya mengancam akan melakukan mogok massal. “Kami akan mogok masal seluruh angkutan. Karena perlu diketahui, ribuan angkot masuk jalan tersebut,” tandasnya.

Dinas Perhubungan Kota Cimahi meminta pemerintah pusat membuatkan uton dan ukuran geometrik badan jalan (perencanaan) untuk kebutuhan U-Turn di ruas Jalan Jenderal Amir Machmud.

Kepala Bidang Lalu-lintas Dishub Cimahi Ruswanto, mengatakan jika penutupan perlintasan sebidang jadi dilakukan, pihaknya minta kelengkapan, seperti geometrik dan uton jalan sebagai alternatifnya.

“Dengan begitu bisa menjadi penunjang apabila seluruh kendaraan harus melewati flyover Cimindi,” katanya.

Menurutnya, sarana prasarana jalan dan kelengkapan di ruas Amir Machmud termasuk flyover Cimindi, menjadi tanggungjawab pemerintah pusat karena berstatus jalan nasional.

“Kita persiapan masukan-masukan. jalan nasional kan kewenangannya ada di pusat,” ujarnya.

Seperti diketahui, PT KAI Daop II Bandung dan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dipastikan akan menutup perlintasan kereta api di Cimindi dan, mulai bulan ini (september), akan dilakukan sosialisasi.

Penutupan percobaan akan dilakulan pada 8 Oktober. Sementara penutupan secara permanen rencananya dilakukan pada 8 November 2017. Penutupan dilakukan berdasarkan Undang-undang No. 23/2007 tentang Perkeretaapian.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds