Wewey Wita, Pesilat Cantik Peraih Emas yang Awalnya Ingin Jadi Dokter

Wewey Wita (kedua dari kiri) memperlihatkan medali emas yang diraihnya (Twitter@KEMENPORA_RI)

Wewey Wita (kedua dari kiri) memperlihatkan medali emas yang diraihnya ([email protected]_RI)

Perkenalannya dengan pencak silat pun untuk jaga diri sebagai perempuan.


”Melihat perempuan yang tertindas, rasanya ingin membela, tapi kalau ingin membela harus punya ilmu bela diri. Awalnya pencak silat untuk jaga diri, tapi lama-lama keasyikan dan berlanjut,” kata Wewey.

Di pencak silat, Wewey mengaku menemukan teman-teman yang menyenangkan untuk berlatih dan bergaul. Wewey mendapat gemblengan ilmu silat di perguruan silat Perisai Diri.

Seperti pengalaman atlet bela diri putri lainnya, orangtua Wewey pun sempat melarangnya. Namun, orangtuanya tidak lagi melarang setelah putrinya sangat bersungguh-sungguh dan mulai berprestasi.

Niatnya menjadi atlet pencak silat semakin serius setelah bergabung dengan PPLP Jawa Barat di Bandung saat kelas 3 SMP.

Baca Juga:

Mengejutkan! Ciamik di SEA Games, Satria Tama Perkuat Timnas Indonesia Lawan Fiji

Setelah Jadi Polemik, Akhirnya PSSI Hapus Regulasi Pemain U-23 di Liga 1

Daftar Pelatih Asing Timnas Indonesia yang Sukses di SEA Games. Luis Milla Termasuk?

Jiwa petarung mengalir dalam diri Wewey. Itu terbukti dengan pilihannya menekuni nomor tarung yang keras, bukan nomor seni yang mengutamakan keindahan dan kekompakan memeragakan jurus.

”Silat lebih sulit daripada cabang bela diri lain. Seperti karate, ada batas kekuatan untuk menyerang lawan. Kalau silat, harus menyerang sekuat mungkin,” bebernya.

Wewey mengungkapkan dirinya belum pernah mencoba menekuni nomor seni. Sejak awal, tujuannya mempelajari pencak silat adalah untuk menjaga diri yang artinya berani bertarung satu lawan satu.

Dia pun menilai persaingan di nomor tarung lebih berat karena setiap orang punya kemampuan masing-masing. Nomor tarung menurutnya lebih sulit dipelajari dan lebih menantang.

(epr/jpg/JPC)

Loading...

loading...

Feeds