Pintu Perlintasan Kereta Api Kiaracondong dan Cimindi Akan Ditutup Permanen

Rel KA Cimindi Kota Cimahi

Rel KA Cimindi Kota Cimahi

“Kita itu jangan sampai action setelah ada kejadian (insiden). Tapi action dulu supaya tidak ada kejadian,” ujar Lilik usai melakukan tinjauan lapangan di perlintasan sebidang Kiaracondong.


Menurut Lilik, setiap kali terjadi insiden di perlintasan sebidang akan menimbulkan korban jiwa atau minimal cacat fisik. Sehingga demi keselamatan masyarakat dan penumpang kereta, hal tersebut harus dilakukan.

Kalau nantinya ada penolakan, Lilik mengaku sudah siap dan dipastikan itu akan terjadi. Namun ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi lantaran penutupan tersebut menyangkut keselamatan banyak orang.

“Apa yang harus kita korbankan. Apakah nyawa atau kepentingan warga dalam artian waktu perjalanan. Bagi kami nyawa yang paling penting diselamatkan,” tuturnya.

Lilik menyebut dua perlintasan sebidang yang akan ditutup tersebut memiliki resiko yang sangat tinggi. Terlebih saat ini intensitas kereta api di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 100 perjalanan yang 60 diantaranya adalah kereta penumpang dan sisanya kereta barang.

“Tatkala nanti ada human error atau sistem rusak bisa saja terjadi (insiden). Kami tidak berharap tingkat fatalitas itu terjadi,” ucap Lilik.

Selain dua lokasi tersebut, saat ini ia tengah mengkaji terhadap lima perlintasan sebidang yang akan ditutup di Kota Bandung. Namun hal tersebut belum memungkinkan lantaran tidak ada sarana alternatif bagi masyarakat.

“Saat ini baru dua. Dan ada lima titik yang diusulkan tapi harus dibuat fly over atau underpass dulu. Kalau dua yang saat ini sudah ada flyover,” ujar Lilik.

Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi untuk mendukung serta bersama-sama memberi rasa aman dan nyaman untuk masyarakat. Sebab penutupan tidak hanya dilakukan di Bandung dan Cimahi, namun sejumlah daerah seperti Jakarta, Depok, Tanggerang, Solo, dan Yogjakarta.

(nda/bbs)

Loading...

loading...

Feeds