Seniman Bandung Deklarasi Maju Pilgub Jabar, tapi Minta Tidak Dipilih

Kyai Matdon - Taufik Mulyawan (KYAMAT) mendeklarasikan maju di Pilgub Jawa Barat 2018.  FOTO: Kyamat

Kyai Matdon - Taufik Mulyawan (KYAMAT) mendeklarasikan maju di Pilgub Jawa Barat 2018. FOTO: Kyamat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dua seniman Bandung Kyai Matdon- Taufik Mulyawan (KYAMAT), mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018.


Anehnya, meski deklarasi, pasangan ini tak mau dipilih. Deklarasi dilakukan lewat performance art di depan gerbang Gedung Sate, Bandung, Rabu (30/8/2017) pagi.

“Maka, selamat Pilkada Jabar, berpolitiklah dengan gembira, jangan pilih pasangan KYAMAT, karena tidak akan mencalonkan diri sebagai apa pun,” kata Matdon, melalui siaran persnya.

Baca Juga:

Digoyang Isu Calon dari Bekasi, Golkar Ungkap Calon Gubernurnya Hanya…

Ridwan Kamil Laku di Pilgub Jabar, Nasdem Sentil PAN

Performance art tersebut sebagai satir politik terhadap pesta demokrasi yang selalu mengatasnamakan rakyat.

“Politik itu biasanya selalu riweuh, rakyat yang tak berdosa menjadi korban. Spanduk-spanduk yang berkeliaran di jalan, kampanye bohong, ke pasar pura pura baik sama rakyat, dan janji politik yang tak perrnah habis jadi santapan politikus, seolah-olah bohong itu wajib atau sunnah muakkad,” ungkap pendiri Majelis Sastra Bandung ini.

Melalui Deklarasi KYAMAT, sambung dia, sebagai pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, pihaknya mengajak para politisi dan rakyat berpikir jernih menjelang Pilkada Jabar nanti.

“Ulah bohong wae ka rakyat, rakyat sudah minum air mata berabad-abad, kalian akan bertanggung jawab di akhirta kelak,” tandasnya.

Kyai Matdon – Taufik Mulyawan (KYAMAT) mendeklarasikan maju di Pilgub Jawa Barat 2018. FOTO: Kyamat

Ia menegaskan, delarasi KYAMAT hanyalah performance art, tidak mecalonkan serius untuk Jabar. KYAMAT hanya mengingatkan saja bahwa birahi kekuasan akan berakibat fatal dan bahaya bagi rakyat.

“Jika politik kotor terus menerus maka jangan salahkan rakyat jika suatau saat mereka memilih Golput. Kalau rakyat Golput semua maka negara terancam bubar,” ujarnya.

Ia mengatakan, memilih pemimpin itu gambling bagi rakyat. Karena setelah terpilih, rakya tidak tahu apakah pemimpin itu baik untuk lima tahun ke depan atau hanya gimick saja dan terus menerus gumasep dengan caranya sendiri.

Loading...

loading...

Feeds

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …