ATM yang Offline Gara-gara Gangguan Satelit Berangsur Pulih, tapi…

Ilustrasi (dok Jawapos)

Ilustrasi (dok Jawapos)

“ATM yang offline tinggal 4 persen (dari total ATM Bank Mandiri),” ujar Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas.


Pengamat IT dan telekomunikasi Heru Sutadi menyebutkan, satelit cukup vital dalam menunjang jaringan yang ada di darat. ”Kabel memang lebih stabil, tapi tentu tidak praktis jika kita bicara soal jangkauan sampai ke daerah-daerah dan titik yang sangat banyak,” ujar Heru.

Menurut Heru, satelit umum dipakai perbankan khususnya untuk fasilitas ATM karena keunggulannya. ”Satelit bisa mengirimkan sinyal ke mana saja, transmisi juga lebih mudah tinggal pasang parabola. Untuk di wilayah terpencil memang yang paling mungkin digunakan,” tambah Heru.

Berkaca pada masalah Telkom 1, Heru menyatakan pentingnya sebuah perusahaan pemilik satelit untuk memahami durasi misi dari satelit yang beroperasi. ”Para pembuat satelit tentu sudah memerkirakan masa efektif satelit. Misalnya Telkom 1 yang ditetapkan 15 tahun. Kalau di atas itu pasti rentan ada masalah,” urainya.

Mengganti satelit sesuai durasi misi, akan lebih efektif dibandingkan harus menanggulangi gangguan seperti yang dialami Telkom 1. Sebab, kerugian yang ditimbulkan tak hanya materiil, tapi juga waktu dan aktivitas operasional. Heru menganggap Indonesia selama ini kurang serius dalam berinvestasi di bidang satelit.

”Seharusnya dihitung secara akurat berapa kebutuhan real satelit, siapa yang sudah provide dan butuh kapasitas berapa. Sekarang ini kita masih punya slot orbit. Kebutuhan ke depan sepertinya adalah satelit yang memiliki transponder lebih besar. Memang selama ini pengembangan broadband masih berfokus pada basis fiber optik dan seluler. Namun kebutuhan satelit juga patut diperhatikan,” pungkas Heru.

Loading...

loading...

Feeds