Cegah Penyalahgunaan Napza di Tingkat Pelajar, BRI Kerja Sama dengan BNN

BRI Kerja Sama Dengan BNN untuk mencegah penyalahgunaan napza. FOTO: SOL

BRI Kerja Sama Dengan BNN untuk mencegah penyalahgunaan napza. FOTO: SOL

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peredaran Narkotika, Alkohol , Psikotropika dan Zat adiktif lainnya (Napza) di Indonesia kini semakin memprihatinkan.


Hal tersebut terlihat dari banyaknya korban (pecandu) dari berbagai kalangan usia khususnya remaja.

Terkait dengan hal itu, BRI Wilayah Bandung, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan pemahaman kepada 50 pengurus OSIS dari berbagai wilayah kabupaten/kota untuk menjalani kaderisasi sebagai duta pelajar anti-narkoba di sekolah dan lingkungannya.

Menurut Pimpinan wilayah BRI Bandung, Fankar Umran, acara kaderisasi tersebut serentak dilakukan BRI di seluruh Indonesia sebagai salah satu bentuk kepedulian BUMN dalam hal penanggulangan narkoba di kalangan remaja.

“Peredaran narkoba ini menurut saya sangat merusak mental dan fisik anak bangsa. Oleh karena itu, hari ini kita laksanakan penyuluhan sadar narkoba agar para pengurus OSIS dapat menjadi juru kampanye anti narkoba,” kata Fankar Umran, di sela acara yang berlangsung di Bandung, Minggu (27/8/2017).

“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini mereka akan menjadi contoh dalam menanggulangi peredaran narkoba.”

Lebih jauh Fankar mengungkapkan, narkoba sangat merusak. Tetapi semakin banyak korban yang terjerat narkoba.

“Itu disebabkan antara lain karena pengaruh lingkungan dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki para remaja mengenai dampak yang ditimbulkannya, apabila seseorang sudah terjerumus,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dari BNN Jawa Barat, Wuryanto Sugiri, memberikan penghagaan atas gagasan BRI memfasilitasi usaha BNN memberantas narkoba di kalangan pelajar.

“Sekarang ini, belum semua BUMN ikut seperti BRI yang sudah sangat luar biasa telah ikut berpartisipasi untuk ikut menanggulangi bahaya narkoba. Ke depan diharapkan pencegahan lebih terpadu,” ungkap Wuryanto Sugiri.

“Siapa pun tidak ingin menjadi pecandu narkoba. Tapi kalau sudah terjerat itu sangat merugikan dan masa penyembuhannya sangat lama. Oleh karenanya, penanggulangannya lebih baik dilakukan lebih dini dan dilakukan secara terpadu bersama semua komponen masyarakat.”

(sol)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …